Sabtu, 13 November 2010 01:33 WIB Boyolali Share :

Tempat untuk resepsi, pengungsi Merapi dipindah

Boyolali (Espos)--Sebanyak 501 pengungsi Merapi di Kapujanggan, kompleks Umbul Pengging, Banyudono, terpaksa dipindah karena lokasi akan digunakan untuk resepsi pernikahan.

Mereka dipindahkan ke gedung MI Negeri Pengging, Jumat sampai Minggu (12-14/11).

Pemindahan itu dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pengungsi dan istansi terkait pengelola Kapujanggan. Camat Banyudono, Jaka Diyana, menyebutkan ketika pertama datang, Minggu (7/11), pengungsi juga menginap di MI Pengging.
Namun agar tak mengganggu kegiatan belajar mengajar, mereka diboyong ke Kapujanggan, dengan catatan Jumat sampai Minggu ke MIN lagi.

“Hal itu sudah kami komunikasikan sejak awal agar tak menimbulkan kesalahpahaman. Persoalannya gedung sudah telanjur dipesan dari dua bulan lalu, sedang pengungsi baru tempati Kapujanggan beberapa hari terakhir ini,” ungkap Jaka pada saat ditemui Espos di ruang kerjanya, Jumat (12/11) pagi, didampingi Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Banyudono, Widi Noegroho.

Dikemukakan Jaka, setelah resepsi selesai, Minggu (14/11) sore, pengungsi akan dipindahkan lagi ke Kapujanggan yang memiliki sarana prasarana cukup baik dan memberikan kenyamanan bagi para pengungsi.

Terkait pemindahan ke MIN Pengging selama dua hari sejak Jumat, hal tersebut cukup sulit dihindari mengingat adanya kesepakatan antara pihak pengelola dengan penyewa.

try

lowongan pekerjaan
, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…