Sabtu, 13 November 2010 09:34 WIB Boyolali Share :

SDM Indonesia tak kalah

Boyolali (Espos)–Sumber daya manusia Indonesia tak kalah bila dibanding negara lain. TNI AU tinggal menyiapkan SDM tersebut supaya dapat menggunakan peralatan yang dimiliki TNI AU.

“Kita memang masih ketinggalan dalam hal teknologi bila dibanding negara luar. Tetapi, menurut pengalaman saya selama dikirim belajar di luar negeri, sumber  daya kita tak kalah,” ujar Komandan Komando Pendidikan TNI AU, Marsekal Muda TNI Budijono didampingi Komandan Lanud Adi Soemarmo, Hadi Tjahjanto SIP saat ditemui Espos seusai acara Pelantikan dan Penyumpahan Tamtama PK TNI AU Angkatan ke-60, Lanud Adi Soemarmo, Jumat (12/11).

Budijono berani menjamin  bahwa SDM Indonesia tidak kalah. Dikemukakan dia, tugas yang mesti dilakukan sekarang adalah mengejar yang masih tertinggal. Terutama yang berkaitan dengan kedirgantaraan.

“Misal saja, kita punya pesawat jenis Sukhoi. Maka prajurit juga harus dilatih menggunakan pesawat itu. Bukan pesawat lain yang kualitasnya lebih rendah dari itu,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, sebanyak 317 orang dilantik menjadi Tamtama dan dipersiapkan menjadi pasukan khusus TNI AU.

Budijono menambahkan pendidikan di Lanud untuk menyiapkan mereka menjadi prajurit profesional. Sehingga, dia berharap sumpah yang diucapkan saat pelantikan dapat diemban dengan penuh tanggung jawab.

“Sumpah bukan sekadar simbol atau pelengkap dalam pelantikan. Sumpah harus dijadikan pedoman untuk menjalankan tugas-tugas. Prajurit harus bisa bertanggung jawab dan mengemban tugas dengan baik. Selain itu juga harus mau mengembangkan ilmu pengetahuan secara mandiri maupun melalui kesatuan.”

Selain pelantikan dan penyumpahan, di akhir acara digelar beberapa aksi yang dilakukan oleh Tamtama. Aksi yang mereka lakukan adalah bongkar pasang senjata dengan mata terbuka maupun tertutup, unjuk bela diri dan praktek berperang di medan laga.

m88

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…