Sabtu, 13 November 2010 10:32 WIB Boyolali Share :

Produksi susu di Boyolali turun 10 persen

Boyolali (Espos)–Akibat abu vulkanik yang terjadi di sejumlah wilayah sentra produksi susu sapi di Jateng dan DIY, produksi susu mengalami penurunan hingga sekitar 10 persen.

Jika kondisi Merapi masih berbahaya, dikhawatirkan penurunan itu bakal lebih besar.

“Jelas terjadi penurunan hingga 10 persen,” ujar Ketua Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jateng-DIY, Sri Kuncoro kepada wartawan, Jumat (12/11).

Kuncoro mengatakan total produksi susu segar di Jateng mencapai 250 ton/hari. Saat ini produksi tinggal 225 ton/ hari saja. Untuk wilayah Yogya, produksi susu di wilayah Sleman dan Kaliurang terhenti total karena semua peternak mengungsi. Bahkan, sebagian ternak sapi perah yang produktif juga mati atau sakit.

Sedangkan di wilayah Jateng, utamanya di Klaten dan Boyolali masih berproduksi. Sebagian besar peternak masih rajin memerah susu baik pagi maupun sore hari.

Biasanya, para pengungsi menyempatkan pulang ke rumah pagi hari untuk mengurus ternaknya. Selain memberikan pakan, juga menyempatkan diri memerah susu. Hanya saja, para peternak kesulitan mendapatkan rumput karena terkena debu vulkanik dari Merapi.

“Sebab kalau ternak diberi pakan dedaunan yang terkontaminasi debu vulkanik, sapi bisa sakit karena pencernaan terganggu,” ujarnya.

Sebagai langkah menyiasati kekurangan dedaunan, peternak banyak menambah pemberian katul dan konsentrat. Namun, biaya produksi menjadi tinggi, tetapi juga berdampak negatif terhadap kandungan protein di dalam susu.

Saat ini, berdasarkan pengecekan, kandungan protein susu dari sapi yang kurang dedaunan turun dari 34 persen menjadi 32 persen.

”Tetapi total solid, atau kandungan seluruh komponen susu kecuali air meningkat dari 11,2 persen menjadi 11,5 persen,” ujarnya.

fid

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…