Sabtu, 13 November 2010 21:16 WIB News Share :

Pilkada Tangsel, hasil penghitungan LSI Andre Taulany kalah tipis

Tangerang–Hasil penghitungan quick count yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) dan Konsultan Citra Indonesia (KCI) pada Pilkada Tangerang Selatan (Tangsel) hari ini memenangkan pasangan nomor urut 4, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie dengan perolehan suara mencapai 46,09 persen.

Pasangan yang didukung 9 partai ini, yakni Partai Golkar, Partai Demokrat, PDI Perjuangan, PKS, PAN, PDS, PKB, PPDI, PKPI ini unggul tipis  dari  pasangan nomor urut 3, Arsid–Andre Taulany yang diusung partai PPP, PBB, Hanura, Gerindra dengan perolehan suara 45,83 persen.

Sedangkan di belakangnya, pasangan lain yakni dua pasang dari jalur independen, Yayat Sudrajat-Norodom Sukarno mencapai 5,87 persen dan pasangan Rodhiyah Najibah–Sulaiman Yasin dengan perolehan suara 2,21 persen.

“Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie menang dalam Pilkada Tangsel. Secara angka relatif lebih terang, namun hasil resminya tentu tunggu KPU, ini hanya quick count,”  jelas Direktur Riset LSI, Arman Salam kepada detikcom di Hotel Santika, BSD Serpong, Kota Tangsel Sabtu (13/11).

Dijelaskan oleh dia, penghitungan cepat berdasarkan sampel suara yang masuk dari 284 TPS yang tersebar di tujuh kecamatan. Pengambilan suara dilakukan secara random, dengan margin error sebesar 1 persen.

Sementara itu, LSI juga mengaku tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Tangsel untuk golput mencapai 44 persen. “Angka golput termasuk tinggi,” ujarnya.

Ditanya soal legitimasi dari pemenang karena angka golput yang tinggi, M Barkah Pattimahu, Direktur Konsultan Citra Indonesia  mengatakan, angka golput tidak bisa mempengaruhi legitimasi pemenang Pilkada.

“Angka golput yang cenderung naik tersebut diperkirakan karena ada kejenuhan di tingkat masyarakat. Kalau di Tangerang Selatan ini mungkin karena kesibukan masyarakatnya. Saya kira sudah jelas satu putaran,” tegasnya.detik.com

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…