Sabtu, 13 November 2010 15:05 WIB News Share :

Pengamat
Gayus ke Bali bukan untuk menonton tenis

Jakarta–Ada masalah lain yang lebih besar dan patut diungkap oleh aparat hukum dari kasus ‘mirip Gayus’. Yaitu maksud dan tujuan yang sebenarnya Gayus Tambunan memilih pergi ke Bali pada akhir pekan lalu.

“Dia ke Bali saya rasa bukan karena ingin menonton tenis, tetapi memang buat hal tertentu lainnya,” kata pengamat hukum dari UGM, Zainal Arifin Muchtar, Sabtu (13/11).

Zainal yang ditemui wartawan di sela-sela diskusi bertajuk “Kejaksaan dalam Kandungan” di resto Warung Daun, Jl Cikini, Jakarta, menyatakan dugaannya berdasarkan pada tipologi kasus Gayus Tambunan. Tapi dia menolak menyebutkan ‘hal tertentu’ apa yang dimaksudnya.

“Bukan karena saya punya indera keenam, tapi karena saya melihat tipologi kasus Gayus,” ujarnya.

Apakah ‘hal tertentu’ itu ada kaitannya dengan isu yang beredar, bahwa keberadaan Gayus terkait kemunculan Aburizal Bakrie di Bali?

“Itu nanti biar polisi yang menjawabnya,” elak Zainal.

Dia hanya menegaskan bahwa penyelidikan kasus mirip Gayus harus berjalan terkoordinir dan saling melengkapi antara Bareskrim dengan Propam Mabes Polri sehingga bisa mengungkap skenario besar apa yang ada di balik kasus itu.

“Yang penting harus fokus. Kejahatan Gayus ini well organized, tapi cara penanganangan tidak well organized. Saya rasa KPK bisa didorong untuk mengambil alih kalau memang ada unsur korupsi,” ujar Zainal.

Isu pertemuan ini berhembus saat seorang pria mirip Gayus tertangkap kamera sedang menonton turnamen tenis Commonwealth Bank Tournament of Champions di Nusa Dua, Bali pada Jumat 5 November. Sehari setelahnya, Ical tampak menonton turnamen yang sama. Hal ini menimbulkan spekulasi ada ‘hubungan’ antar keduanya.

Di dalam berita Kompas Jumat 12 November disebutkan, ada informasi bahwa pada Sabtu pagi, Aburizal disebut-sebut bertemu Gayus di sebuah resor. Aburizal diduga didampingi Fuad Hassan Masyhur, Ketua Bidang Informasi dan Penggalangan Opini DPP Partai Golkar yang juga pemilik travel haji dan umrah yang terkenal.

Ical menanggapi santai isu dirinya bertemu Gayus di Bali. Dia jelas membantah keras isu itu.

“Kalau mau bertemu Gayus, kenapa mesti di Bali,” kata Ical seperti diberitakan Kompas. Namun, Ical memang membenarkan dirinya berada di Bali pada Sabtu (6/11).

Sementara Fuad dalam berita Kompas itu juga membantah ikut pertemuan itu. “Saya tidak ikut. Saya kan lagi di Tanah Suci, Mekkah sekarang. Biasanya saya memang ikut kalau ke daerah, tetapi kemarin tidak,” urai Fuad.

Data yang paling baru malah mengungkapkan kalau pria mirip Gayus sudah muncul di Bali sejak Kamis 4 November. ‘Gayus’ ini tak sengaja terekam video wartawan Kompas Gatot Widakdo. Dia tetap tampil dengan wig dan jaket yang sama.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…