Sabtu, 13 November 2010 14:24 WIB Haji Share :

Menag
Jangan sampai ada jemaah yang tak wukuf

Mekah–Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) diperintahkan untuk mencermati jangan sampai ada jemaah yang tertinggal dan tidak bisa melaksanakan wukuf di Arafah.

Hal itu disampaikan Menteri Agama yang juga sebagai Amirul Haj Suryadharma Ali usai taaruf petugas PPIH di Balai Pertemuan di Jabal Nur, Mekah, Sabtu (13/11).

Suryadharma menegaskan Kementerian Agama mempunyai kebijakan semua jemaah haji dalam kondisi apapun harus bisa melaksanakan wukuf yang merupakan puncak ibadah haji.

“Jangankan yang sehat, yang sakit pun akan kita safari wukufkan,” tegas Suryadharma.

Sementara jemaah yang wafat apakah wafat ketika  berangkat ke tanah suci, wafat di pesawat maupun yang wafat di tanah suci, Suryadharma memerintahkan harus dibadalhajikan.

“Jadi dengan demikian bisa dipastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat melaksanaan ibadah hajinya dengan baik,” ujar menteri yang juga Ketua Umum PPP ini.

Semua jemaah haji reguler dari Indonesia dan petugas kloter yang jumlahnya mencapai 198.488 orang, Kamis (11/11), telah berada di Mekah. Jemaah akan bergeser menuju Arafah untuk wukuf pada Senin (15/11). Dari Arafah, jemaah kemudian akan mabit di Muzdalifah dan melontar jumroh di Mina.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…