Sabtu, 13 November 2010 14:56 WIB News Share :

Masker, 'sahabat' baru warga Jogja

Jogja–Meski intensitasnya sudah berkurang, Merapi masih terus mengeluarkan awan panas, lava pijar dan abu vulkanik.

Masker pun sudah menjadi ‘sahabat’ baru untuk warga Jogja dan sekitarnya.

“Kita semua diimbau memakai masker setiap hari, soalnya debu Merapi masih saja ada,” kata salah satu warga yang tinggal di pusat kota Jogja seperti dilansir detikcom, Sabtu (13/11).

Selain untuk ‘menyaring’ debu, masker juga dipakai warga untuk mengurangi bau belerang yang menyengat. Bau belerang itu berasal dari lahar dingin yang melewati Kali Code.

“Bau belerangnya kuat banget, kemarin kita semua diimbau untuk memakai masker,” ucap Yuli, warga lainnya.

Karena kebutuhan itu, Atik dan Yuli sengaja menyediakan masker dalam jumlah banyak di rumah mereka masing-masing. Kebetulan dari sejumlah pihak seperti Ketua RT tempat mereka tinggal, sempat menyediakan masker secara gratis.

“Kemarin sih sempat dikasih, tapi untuk jaga-jaga ya kita beli sendiri juga,” imbuh Atik.

Masker sempat menjadi barang langka di Yogyakarta dan sekitarnya. Saat itu, warga sempat harus mencari ke sana ke mari untuk mendapatkan masker. Beruntung saat ini, suplai masker untuk daerah itu sudah lebih dari cukup.

Banyak juga bantuan yang khusus memberi masker untuk warga. Sejumlah pihak seperti Palang Merah Indonesia (PMI) juga sering membagi-bagikan masker secara gratis untuk masyarakat.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…