Sabtu, 13 November 2010 01:05 WIB Klaten Share :

Dampak Merapi, 1.312 debitur terancam kredit macet

Klaten (Espos)--Pemimpin Bank Indonesia (BI) Solo melansir bahwa jumlah para pengungsi dari Boyolali dan Klaten yang menjadi debitur di perbankan saat ini mencapai 1.312 keluarga.

Dari jumlah tersebut total pinjamannya kini mencapai Rp 27 miliar yang rata-rata ialah untuk pengusaha kecil dan pertanian warga di lereng Merapi.

“Ancaman kredit macet pasti ada bahkan bisa mencapai di atas 50%. Sebab, banyak petani dan peternak terkena musibah dan kehilangan modalnya,” kata Pemimpin BI Solo, Doni P Joewono kepada Espos di Pemkab Klaten, Jumat (12/11).

Doni melanjutkan, dari laporan sejumlah BPR di Kecamatan Manisrenggo dan Karangnongko banyak debitur yang angsurannya berjalan lancar sebelum Merapi meletus.

Namun, setelah terjadi gelombang pengungsian besar-besaran banyak debitur yang angsurannya macet total.

Lebih jauh dia menjelaskan, jumlah debitur di Klaten mencapai 700 keluarga yang tersebar di Kecamatan Kemalang, Manisrenggo, serta Karangnongko. Dari jumlah tersebut, total pinjamannya mencapai Rp 6,8 miliar.

“Mereka tesebar di bank umum dan berbagai BPR (Bank Perkreditan Rakyat-red) di masing-masing kecamatan,” terangnya.

Sementara di Kabupaten Boyolali, imbuh Doni, jumlah pinjamannnya jauh lebih banyak dibanding pinjaman di Klaten.

“Ya sisanya dari Rp 27 miliar itu adalah masuk ke Boyolali,” paparnya.

Saat ini, lanjut Doni, pihaknya sebenarnya berencaa melakukan verifikasi terhadap para debitur yang menjadi korban bencana Merapi. Verifikasi tersebut dilakukan guna memberikan keringanan bagi para debitur yang tertimpa bencana.

Namun, karena kondisi medan yang masih mencekam dan tak memungkinkan didatangi orang, maka untuk sementara diurungkan dulu.

“Mereka yang modalnya habis, seperti ternak, pertanian atau rumahnya yang hancur akan diberi bantuan. Dan itulah pentingnya verifikasi agar setiap bantuan sesuai dengan tingkat keparahannya,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…