Jumat, 12 November 2010 04:04 WIB Karanganyar Share :

Kasus GLA, sejumlah nama ramai-ramai bantah

Karanganyar (Espos)–Sejumlah nama yang diduga kuat disebut dalam rekaman dugaan penyuapan terhadap oknum Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng ramai-ramai membantah dan menolak berkomentar.

Dewan Pengawas KSU Sejahtera sekaligus terdakwa kasus GLA yang namanya juga disebut dalam rekaman tersebut, Tony Haryono menyatakan tidak tahu menahu soal rekaman dugaan penyuapan itu.

Dirinya bahkan mengisyaratkan tidak membenarkan dan juga membantah adanya penyuapan terhadap oknum Kejakti senilai Rp 5 miliar.

Tony hanya berulang kali terus menyebutkan nama “Bajuri” ketika wartawan menanyakan seputar rekaman dugaan penyuapan tersebut. “Itu yang ngomong sapa. Bjr. Bajuri. Bajuri nggoleki sek,” jawab Tony.

Termasuk ketika didesak kembali mengenai dugaan penyuapan itu, Tony lagi-lagi menjawab,” Tanya Bajuri dulu. Aku belum dengar.”

Tony juga mengaku tidak tahu menahu mengenai uang yang dikirimkan dalam bentuk tunai dan dibungkus dalam dua karung beras. “Nggak ngerti Rp 5 miliar itu. Siapa yang bilang menyuap. Yang penting bajuri cari dulu. Tanya yang bersangkutan (disebut dalam rekaman itu-red),” katanya.

Namun ketika ditegaskan apakah tidak ada dugaan penyuapan Rp 5 miliar, Tony menyakinkan tidak ada. Ia juga menegaskan tidak memerintahkan adanya penyuapan tersebut.

Termasuk ketika ditanya apakah Banjir merupakan sopir pribadinya maupun Bupati Karanganyar Rina Iriani, Tony tidak menjawab secara pasti. Ia bahkan meminta para wartawan untuk menanyakan ke Pendopo Rumah Dinas Bupati.

“Tanya sana ada ndak namanya. Kan ada daftarnya,” imbuh Tony.

Sementara Maryono yang suaranya diduga kuat di dalam rekaman itu membantah jika suara tersebut adalah dirinya. Namun dirinya mengaku pernah mendengar rekaman tersebut dan jika namanya disebut dalam rekaman itu

isw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…