Jumat, 12 November 2010 14:48 WIB News Share :

Soeharto batal jadi Pahlawan, Gubernur Jateng tak kecewa

Semarang--Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengaku tak kecewa Soeharto batal ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Namun demikian, dia tetap beranggapan mantan presiden itu layak disebut pahlawan.

“Bagaimana pun, jasanya sangat besar. Beliau 32 tahun memimpin,” kata Bibit di Gubernuran, Jl. Pahlawan Semarang, Jumat (12/11).

Bibit tak merinci jasa yang dimaksud. Setiap orang, menurutnya, punya penilaian tersendiri terhadap pemimpin era Orde Baru itu. Hal itu wajar, karena sebagai presiden, Soeharto jelas punya plus dan minus.

“Boleh-boleh saja beda penilaian, namanya juga demokrasi. Iya to?” ujarnya enteng.

Mantan Pangkostrad ini mengakui pihaknya mengusulkan diberikannya gelar pahlawan kepada Soeharto. Usulnya diterima atau tidak, itu sudah kewenangan pihak lain, terutama pemerintah pusat.

“Nggak jadi, ya nggak apa-apa. Tapi menurut saya, beliau pantas (jadi pahlawan),” ungkapnya.

Selain Bibit, yang ikut mengusulkan gelar pahlawan itu adalah Bupati Karanganyar, Rina Iriani. Rina mengaku terus terang bahwa dirinya ikut mengusulkan. Usulan itu didasari atas jasa-jasa Soeharto selama memimpin bangsa ini.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…