Jumat, 12 November 2010 07:31 WIB News Share :

Sebelum aman, pengungsi diminta jangan dekati Merapi

Jakarta–Aktivitas Gunung Merapi hingga saat ini masih belum juga stabil. Namun dibandingkan beberapa waktu lalu, perilaku Merapi jauh lebih kalem.

Meski begitu, Merapi masih tetap berstatus awas. Dengan kata lain, gunung ini masih mungkin kembali menunjukkan keganasannya.

Pemerintah berharap, pengungsi jangan kembali dulu ke wilayah asal mereka sebelum gunung ini benar-benar dinyatakan sudah stabil. Pemerintah tidak ingin lagi ada jatuh korban akibat semburan awan panas Merapi.

“Kami imbau agar tetap berada di tempat pengungsian,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Yogyakarta, Subandriyo saat hubungi, Jumat (12/11).

Subandriyo melanjutkan, selama status Merapi belum diturunkan, seluruh rekomendasi yang sudah dikeluarkan pemerintah masih berlaku. Warga harus mematuhi untuk tidak masuk ke jarak berbahaya. “Masih 20 Km radius aman, belum ada yang berubah,” lanjut Subandriyo.

Berdasarkan data seismograf dari BPPTK Yogyakarta, dari petang kemarin tadi hingga pukul 23.10 WIB, Kamis (11/11) tercatat terjadi gempa vulkanik sebanyak lima kali. Selain itu tremor beruntun juga masih terjadi. Sedangkan awan panas sempat muncul satu kali pada pukul 18.52 WIB dengan ketinggian 200 meter dan mengarah ke kali Gendol.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT BACH MULTI GLOBAL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…