Jumat, 12 November 2010 07:19 WIB News Share :

Patrialis cek prosedur keluarnya Hamka Yandhu dari LP Salemba

Bogor–Selain Gayus tambunan yang berhasil ‘kabur’ dari Rutan Mako Brimob, terpidana kasus traveler check (TC) Hamka Yandhu dikabarkan juga melakukan hal serupa.

Dia disebut-sebut keluar Lembaga Pemasyarakatan (LP) Salemba menuju ke Makassar, Rabu (10/11). Menkum HAM mengaku keluarnya Hamka untuk menjenguk keluarganya yang sakit.

“Saya sempat mendapat informasi seperti itu,” kata Patrialis di sela pelatihan jurnalistik dengan wartawan, di Hotel Salak, Jalan Ir Juanda, Kamis (11/11) malam.

Dia mengatakan, tidak ada larangan bagi warga binaan yang akan keluar dari LP atau rumah tahanan bila hendak menjenguk keluarga yang sakit atau meninggal dunia. “Memang ada izin cuti untuk menemui keluarga yang sakit atau meninggal dunia,” jelasnya.

Mengenai kronologi keluarnya Hamka, Patrialis mengaku belum mengetahui secara jelas. “Justru belum jelas bagaimana kronologinya. Saya belum dapat informasi soal itu,” tuturnya.

Patrialis mengaku akan mengecek prosedur keluarnya Hamka dari LP Cipinang. Bila keluarnya Hamka di luar prosedur maka pihaknya akan memberikan sanksi kepada pihak pemasyarakatan. “Tapi nanti. Kita tunggu dulu penyelidikannya. Kita dalami ” kata Patrialis.

Hamka Yandhu merupakan terpidana dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Goeltom. Dia divonis 2 tahun enam bulan oleh Pengadilan Tipikor.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…