Jumat, 12 November 2010 19:59 WIB News Share :

MPR senang Obama buat Bhinneka Tunggal Ika & Pancasila go International

Jakarta--Kuliah umum Presiden AS Barack Obama di kampus Universitas Indonesia menyinggung soal Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

MPR pun senang karena Obama telah turut menyosialisasikan dua dari empat pilar berbangsa dan bernegara itu.

“MPR senang sekali, empat pilar yang disosialisasikan MPR, ada juru bicaranya, seorang yang paling komunikatif di dunia, yang bernama Obama, dan sekarang go international,” kata Ketua MPR, Taufiq Kiemas.

Hal itu disampaikan Taufiq usai menerima kunjungan PP Muhammadiyah di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/11).

Seperti diketahui, salah satu tugas MPR adalah menyosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara yakni, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Taufiq mengatakan Obama tidak hanya menyinggung Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila dalam kuliah umumnya, tetapi juga meminta nilai penghormatan atas kemajemukan yang terkandung dalam dua pilar itu diterapkan oleh dunia internasional.

Taufiq menyampaikan tidak benar bahwa praktik hidup masyarakat Indonesia sekarang sudah meninggalkan prinsip Bhinneka Tunggal Ika. Konflik yang ada belakangan, tambah Taufiq, lebih dilatarbelakangi masalah ekonomi.

“Keributan-keributan di mana itu bukan karena suku karena apa, tapi karena rejeki aja,” ucap politisi senior PDI Perjuangan ini.

Dalam kuliah umumnya, Obama bahkan menyebut dua kali Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Bhineka Tunggal Ika, persatuan dalam keragaman. merupakan dasar dari contoh Indonesia kepada dunia.

“Inilah mengapa Indonesia akan memainkan peranan sedemikian pentingnya dalam abad ke 21,” puji Obama.

Obama juga menyinggung Pancasila saat mengetahui bahwa Masjid Istiqlal dirancang oleh seorang arsitek Kristen.

“Itulah jiwa Indonesia. Itulah pesan dari falsafah inklusif Indonesia, Pancasila. Di seluruh nusantara yang menyimpan sejumlah ciptaan Tuhan yang paling indah, muncul pulau-pulau di atas samudera yang dinamai untuk kebebasan, dan rakyat yang memilih cara beribadah kepada Tuhan sesuai keinginan mereka,” papar Obama.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…