Jumat, 12 November 2010 12:25 WIB News Share :

Korban tewas Merapi di DIY capai 161 orang

Jakarta--Korban meninggal akibat awan panas Merapi di DI Yogyakarta bertambah 10 orang. Dengan demikian, total korban tewas akibat erupsi Merapi sejak 26 Oktober di provinsi itu mencapai 161 orang.

Dari 10 jenazah, dua jenazah sempat dirawat di RS Sardjito, Sleman, DIY. Mereka adalah Sudiono ,37, meninggal karena luka bakar, dan Supartini ,37, meninggal karena keracunan kehamilan.

Sementara delapan jenazah ditemukan di lokasi pencarian di Kecamatan Cangkringan, Sleman. Masing-masing ditemukan di Desa Pangkalan dua orang, dan Desa Kancar enam orang.

“Saya memang belum melihat jenazah langsung, tapi kalau melihat waktu dari kejadian, sulit sekali diidentifikasi karena sudah busuk. Jadi hanya dikenali dari asal ditemukan,” kata Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, kepada wartawan di ruang Humas, RS Sardjito, Jl Kesehatan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (12/11).

Total korban meninggal karena erupsi Merapi di Jogja berjumlah 161 orang. 37 Orang di antaranya tewas saat erupsi Merapi yang pertama pada 26 Oktober lalu, dan 124 orang yang tewas pada erupsi Merapi tanggal 4 dan 5 November 2010.

Sementara itu, korban luka berjumlah 91 orang. 20 Orang di antaranya karena luka bakar, dan 71 orang non luka bakar.

Rencananya, jenazah yang masih berada di ruang jenazah RS Sardjito akan dikubur secara massal pada Sabtu (13/11) besok.

“Saat ini di forensik masih ada 12 jenazah. 10 yang datang hari ini, dan 2 yang kemarin. Kemungkinan besok ada pemakaman massal,” kata Trisno.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Perempuan Melawan Pelecehan Seksual

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (16/01/2018). Esai ini karya Evy Sofia, alumnus Magister Sains Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah evysofia2008@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Empathy is seeing with the eyes of another, listening with the ears of another,…