Jumat, 12 November 2010 11:46 WIB News Share :

Kompol Iwan gunakan uang suap Gayus untuk biaya berobat istri

Jakarta–Kompol Iwan Siswanto menyesali perbuatannya karena menerima ‘gaji’ hingga ratusan juta rupiah dari Gayus Tambunan. Dia menerima suap ini  karena faktor ekonomi dan biaya berobat istrinya. Dia mengaku khilaf.

“Semata-mata faktor ekonomi, dan istri klien kami sudah sakit 10 tahun, dan membutuhkan biaya,” kata pengacara Iwan, Berlin Pandiangan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (12/11).

Total uang yang diterima Iwan dari Gayus Rp 368 juta, dengan rincian setiap pekannya sejak Juli-Agustus Rp 5 juta dengan uang bulanan Rp 50 juta. Sedang September-Oktober Rp 3,5 juta untuk setiap pekannya dan bulanan Rp 100 juta. “Klien kami mengaku khilaf dan mengakui perbuatannya,” tutup Berlin.

Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat, dan meralat pernyataan dua hari sebelumnya bahwa dia tetap berada di tahanan. Namun ternyata, mantan pegawai Ditjen Pajak itu juga sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Perempuan ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

Mabes Polri telah mencopot sembilan penjaga rutan Brimob termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Siswanto dan ditetapkan menjadi tersangka.

dtc/tiw

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…