Jumat, 12 November 2010 07:55 WIB News Share :

Jelang wukuf, Arab Saudi hentikan transportasi ke Masjidil Haram

Makkah–Pemerintah Arab Saudi untuk sementara menghentikan layanan transprtasi untuk jamaah haji yang berupa bus besar menuju Masjidil Haram. Dengan penghentian transportasi ini, jamaah diharapkan menjaga kondisi fisik untuk wukuf di Arafah pada 15 November mendatang.

“Wukuf adalah inti haji. Karena itu kita imbau agar jamah menjaga kondisi fisik agar bisa datang ke Arafah,” ujar Amirul Haj Suryadharma Ali di Makkah, Kamis (11/11).

Layanan transportasi dihentikan sejak pukul 14.00 waktu Arab Saudi. Tepat penghentian itu, di terminal transit Mahbas Jin (satu kilometer dari Masjidil Haram), petugas transportasi Indonesia sudah tidak ada lagi.

Pukul 16.15, petugas Arab Saudi mulai meminggirkan beton pembatas jalur ke sisi terminal menggunakan alat berat. Sampai Maghrib, bus-bus dari Mahbas Jin ke Masjidil Haram lewat terowongan masih ada beberapa yang dioperasikan untuk mengangkut jamaah.

Wakil Kepala Daker Makkah Bidang Transportasi, Tatan Rustandi, menjelaskan penghentian sementara layanan transportasi haji ini akan dimanfaatkan untuk menyiapkan bus-bus itu untuk mengangkut jamaah ke Arafah, pada 15 November.

Bus diistirahatkan untuk diperbaiki supaya lancar. Pengangkutan jamaah ke Arafah menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi.

“Kami telah melakukan sosialiasi ini kepada jamaah,” ujar Tatan. Penghentian sementara layanan transportasi ini akan diberlakukan hingga 20 November.

Tatan Rustandi mengatakan dengan diberhentikannya layanan transportasi, panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) sudah tidak lagi memiliki kewenangan untuk mengatur masalah transportasi di Makkah.

“Semuanya sudah diambil alih oleh Nakobah (organisasi angkutan) Arab Saudi. Kami sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Mulai hari ini (kemarin) jamaah sudah tidak bisa lagi menggunakan bus menuju masjidilharam,” kata Tatan.

Tatan mengingatkan, bagi jamaah yang akan ke Masjidil Haram agar memanfaatkan transportasi umum seperti taksi atau omprengan dengan membayar sendiri biayanya. Meski demikian pihaknya meminta para jamaah agar mengambil sisi positif dari kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…