Jumat, 12 November 2010 14:08 WIB News Share :

Deteksi pergerakan macan di Merapi, kambing dijadikan umpan

Sleman--Tim dari Kebun Binatang Gembiraloka telah bergerak melakukan penyisiran keberadaan macan yang dilaporkan berada di pemukiman warga.
Umpan berupa seekor kambing dan tiga ayam dipasang untuk memancing si hewan liar.

“Kami taruh umpan berupa kambing dan ayam ini untuk melihat pergerakan macan tersebut. Jika dia benar ada di dusun ini maka umpan tersebut akan didatangi,” ujar Direktur Utama Gembiraloka, Antonius Tirtodiprojo.

Antonius atau yang akrab disapa Tirto, menyampaikan hal tersebut seusai ia dan timnya menaruh umpan di salah satu sudut Dusun Kuwaron, Candibinangun, Pakem Sleman, Jumat (12/11) siang.

Tim Gembiraloka berjumlah 10 orang dan juga membawa satu buah kandang berteralis besi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Tirto mengindentifikasi bahwa macan tersebut merupakan macan tutul. Sampai saat ini dirinya dan tim belum sekali pun melihat langsung macan tersebut.

“Dari laporan yang kami terima itu macan tutul. Kami juga dilapori bahwa macannya berjumlah dua, yakni induk dan anaknya.”

Umpan yang dipasang sendiri berfungsi untuk memastikan keberadaan macan tersebut. Jika umpan tersebut disantap, maka untuk tahap selanjutnya tim dari Gembiraloka akan memasang perangkap di sejumlah titik di Dusun Kuwaron.

“Dengan suara kambing. Maka macan itu pasti akan terpancing,” ujarnya.

Jika benar macan tersebut ada dan berhasil ditangkap, Tirto belum mengetahui langkah selanjutnya yang akan diambil. Yang jelas akan diamankan terlebih dahulu demi kenyamanan warga dan keselamatan hewan yang masuk kategori dilindungi itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada pukul 13.00 WIB, Kamis (11/11) kemarin, salah seorang warga Dusun Kuwaron melihat macan di peternakannya. Dia pun langsung melapor ke aparat setempat.

“Tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Penduduk di sana hampir semuanya mengungsi ke bawah,” terang Camat Pakem Budiharjo.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…