Jumat, 12 November 2010 08:55 WIB News Share :

Akses terbatas, warga Muntilan terancam kelaparan

Magelang– Sejak letusan besar Merapi pada 5 November lalu, sejumlah warga di Perumahan Pring Asri, Gunung Pring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah mengungsi. Namun kini beberapa dari mereka sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Akses yang terbatas membuat sebagian warga terancam kelaparan.

“Belum ada bantuan yang masuk ke kita, Mbak. Atap pada ambruk, banyak balita, makanan sangat terbatas,” kata warga Perumahan Pring Asri, Tony Purniawan, Jumat (12/11).

Sebenarnya, daerah itu berada dalam radius bahaya Merapi. Sebab jarak dari puncak sekitar 18-19 km. Namun karena sudah tidak betah tinggal di pengungsian maupun tidak enak terlalu lama menumpang di tempat kerabat, beberapa memutuskan pulang ke rumahnya.

“Di sini ada sekitar 8 RT dengan 150-200 KK. Karena Merapi sudah mereda, kami memutuskan pulang. Tapi di sini terpaksa sangat mengirit makanan karena belum ada toko yang buka,” lanjut Tony.

Karena perumahan itu bertipe rumah sangat sederhana (RSS), atap rumah masih banyak yang berupa asbes. Hujan pasir dan abu vulkanik telah menumpuk di atap-atap rumah warga. Ditambah dengan hujan air, asbes itu tak mampu lagi menahan beban, akibatnya banyak atap yang runtuh.

“Sudah ada yang jadi korban, ibu-ibu tertimpa kepala dan punggungnya dan harus dijahit di RS. Warga yang mau membersihkan atap juga banyak yang jatuh terperosok. Jadi serba salah ini, mau membersihkan nggak aman, dibersihkan takut tererosok,” tutur Tony.

Pagi ini, cuaca di Muntilan cukup bersahabat. Meski semalam hujan abu masih mengguyur dan pagi tadi masih ada letusan Merapi, namun warga masih bertahan di rumahnya. “Tetap waspada saja,” imbuhnya.

“Aktivitas warga belum normal. Di sini sempat mati listrik 6 hari waktu kami tinggal mengungsi, tapi sekarang sudah beberapa yang sudah menyala. Tapi akses air bersih masih sulit,” tambah Tony.

Kini, warga perumahan yang sudah kembali ke rumahnya itu membutuhkan bantuan makanan, susu balita dan peralatan mandi. Mereka tidak mengerti mengapa desa lainnya sudah terjamah bantuan, sementara daerah mereka belum.

Bagi Anda yang berniat memberikan bantuan, bisa menghubungi Tony Purniawan, di Jalan Ori 97, Perum Pring Asri, Gunungpring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Anda juga bisa menghubungi 087834361001 / 085643480001.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…