Kamis, 11 November 2010 07:53 WIB News Share :

Letusan Merapi padamkan listrik 30.358 pelanggan PLN

Magelang--Letusan Gunung Merapi telah memadamkan listrik milik 30.358 pelanggan PLN. BUMN listrik itu kini sudah mengirimkan pasukan khususnya untuk mempercepat pemulihan listrik di kawasan yang sudah dinyatakan aman.

General Manager PT PLN Bidang Distribusi di Jawa Tengah dan Daerah Istemewa Yogyakarta Fery Krisna menyatakan terdapat tiga wilayah yang terkena dampak erupsi Gunung Merapi. Tiga wilayah itu adalah Yogyakarta, Klaten, dan Magelang. Dari kawasan itu, pihak PLN membagi menjadi dua zona yaitu zona merah di mana tidak ada lagi pelanggan yang menempati tempat itu (di atas 20 km) dan zona aman tetapi mengalami pemadaman.

“Zona berbahaya itu 20 km ke atas, di sana ada aset-aset jaringan PLN yang sama sekali tidak bisa digunakan atau dioperasikan. Tapi  memang di sini tidak ada penduduknya lagi,” ujarnya saat ditemui di Kantor Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Magelang, Jawa Tengah, Rabu (10/11).

Fery menyebutkan jaringan yang tidak berfungsi di zona merah Yogyakarta sebesar 27 kilo meter sirkuit (kms) untuk Jaringan Tegangan Menengah (JTM), 15 kms untuk
Jaringan Tegangan Rendah (JTR), dan 186 trafo. Total pelanggan di daerah ini sebanyak 9300 pelanggan.

Untuk Klaten terdapat 99,98 kms JTM, 142 kms JTR, dan 166 trafo tidak berfungsi. Akibatnya 14.029 pelanggan mengalami pemadaman.Sedangkan, di Magelang, Fery menyatakan tidak ada zona merah, hanya zona aman tetapi mengalami pemadaman karena terdapat 73 kms JTM, 54 kms JTR, dan 71 trafo tidak dapat berfungsi. Alhasil, 7.029 pelanggan mengalami gangguan kelistrikan.

Untuk mempercepat perbaikan dalam zona aman tetapi mengalami pemadaman, Fery menyatakan pihaknya menggerakkan densus 88 PT PLN alias Pekerja Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) dan bantuan dari pihak PLN daerah sekitar.

“Bantuan dari APJ lain, seperti tenaga dari Tegal ada 18 orang. Semuanya bekerja keras siang dan malam,” jelasnya.

Untuk biaya pemulihan pada zona aman tetapi padam, Fery menyatakan biaya tersebut masih dari kocek APJ PLN masing-masing. “Ini masih dari biaya operasional di sini,” jelasnya.

Jika keadaan sudah dinyatakan aman, lanjut Fery, pihak PLN akan masuk ke zona merah untuk melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi serta mengakumulasi total anggaran
yang diperlukan untuk memperbaiki jaringan listrik hingga normal kembali.

“Setelah dicabut daerah berbahaya, baru kita masuk. Daerah itu kan katanya ditutup sampai tanggal 15 November, jadi kita belum bisa berbuat apa-apa di zona merah karena masih dijaga,” pungkasnya.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…