Kamis, 11 November 2010 15:10 WIB News Share :

Jumlah pengungsi Merapi yang stres terus bertambah

Sleman–Semakin lama waktu yang dihabiskan di pengungsian, berbanding lurus dengan jumlah pengungsi yang mengalami gangguan psikologis. Di pengungsian Maguwoharjo, Sleman, tren tersebut tampak jelas terjadi.

Berdasarkan data Posko Psikolog Dinas Kesehatan Pemkab Sleman di Stadion Maguwoharjo, per Rabu (10/11) kemarin, tercatat 330 pengungsi di Stadion Maguwoharjo mengalami gangguan psikologis.

Dari jumlah tersebut di atas, terdiri dari 132 orang pengungsi mengalami kecemasan, psikosomatis 107 orang, psikosisresidual 39 orang dan insomnia 50 orang.

Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan data pada Selasa (9/11) kemarin, yakni sebanyak 270 orang. Dimungkinkan jumlah tersebut dapat terus meningkat pengungsi tak kunjung mendapat kepastian kapan diperbolehkan pulang.

“Ya bisa terus meningkat. Mereka kan merasa asing dengan lingkungan di pengungsian. Selain itu mereka juga kepikiran ternak dan rumah,” ujar Koordinator Bagian Psikolog di Posko Maguwoharjo, Retno Kumolohadi, Kamis (11/11).

Retno juga memaparkan bahwa para pengungsi memerlukan waktu untuk adaptasi dengan suasana di pengungsian. Pengajar di Pasca Sarjana Psikologi Universitas Islam Indonesia ini juga melihat para pengungsi mendapat tekanan dari lingkungan pengungsian.

“Ada beberapa laporan yang menyebut bahwa mereka sempat terlihat cekcok dengan pengungsi yang lain. Ini juga bisa menjadi faktor (pemicu stres),” ujarnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…