Kamis, 11 November 2010 09:03 WIB News Share :

Diduga 'transaksi' Gayus dilakukan tunai

Jakarta–Satgas Pemberantasan Mafia Hukum mencium adanya ‘transaksi’ yang dilakukan Gayus Tambunan kepada oknum petugas selama berada di tahanan Rutan Brimob, Depok. Satgas menduga Gayus melakukan transaksi secara tunai.

“Mungkin transaksi dengan oknum petugas dilakukan dalam bentuk tunai,” kata anggota Satgas, Yunus Husein, melalui akun twitternya, Kamis (11/11).

Hal itu disampaikan Yunus saat detikcom menanyakan apakah sudah ditelusuri dugaan transaksi uang yang dilakukan Gayus. Yunus menjelaskan pihaknya belum melakukan penyelidikan.

“Transaksi terkait dugaan Gayus nonton tenis di Bali belum dilakukan,” tuturnya.

Saat ini Satgas telah membentuk tim khusus untuk menangani kasus ‘kaburnya’ Gayus dari tahanan. Kabar menyebutkan Gayus melakukan transaksi Rp 50 juta per bulan. Atas informasi ini, Yunus berjanji akan melakukan penyelidikan.

Sebelumnya, Gayus kembali membuat geger publik karena aksinya yang mudah keluar masuk tahanan. Gayus mengaku pergi dari tahanan dengan alasan izin berobat, meralat statemen dua hari sebelumnya bahwa dia tetap berada di tahanan. Namun ternyata mantan pegawai Ditjen Pajak itu sempat pulang ke rumah mewahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Tak cuma itu, foto mirip Gayus yang sedang menonton tenis di Bali pada Jumat (5/11) juga membuat heboh. Saat itu seorang pria yang mirip Gayus tertangkap kamera tengah menonton pertandingan. Namun Gayus membantah.

Kini ada lagi foto mirip Gayus dengan seorang perempuan yang mirip Milana Anggraeini, istri Gayus Tambunan. Si wanita ini duduk tepat di belakang pria mirip Gayus Tambunan.

Mabes Polri telah mencopot sembilan penjaga rutan Brimob termasuk Kepala Rutan Brimob Kompol Iwan Prayitno. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan dari Bareskrim dan Divpropam.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…