Kamis, 11 November 2010 16:04 WIB Wonogiri Share :

Banjir di Soloraya bukan dari WGM

Wonogiri (Espos)–Air yang membanjiri sejumlah wilayah di Soloraya, termasuk Kota Solo dan Sragen,  dua hari terakhir, dipastikan bukan berasal dari limpahan Waduk Gajah Mungkur (WGM). Hingga Kamis (11/11) siang, tinggi permukaan air (elevasi) masih normal dan keempat pintu spillway juga tertutup rapat.

Pintu itu, berdasarkan pantauan Espos, bahkan tengah dicat ulang. Para pekerja tampak bergelantungan di salah satu pintu berukuran raksasa itu.

Data yang diperoleh Espos dari Divisi Jasa Air dan Sumber Air (ASA) IV Perum Jasa Tirta (PJT) I Bengawan Solo, selaku pengelola WGM, elevasi waduk tersebut masih 133,75 meter dari permukaan laut. Elevasi tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan pola operasi waduk pada November ini yang mestinya 133,56 meter.

“Ini masih normal dan belum perlu dibuang melalui spillway. Saat ini air hanya dialirkan ke turbin PLTA dengan debit 56,8 meter kubik per detik. Pintu spillway baru akan dibuka jika elevasi mencapai ketinggian 135,3 meter,” ungkap Kepala Divisi Jasa ASA IV PJT I Bengawan Solo, Winarno, saat ditemui wartawan di kantor PJT wilayah WGM, Kamis.

Dengan kondisi tersebut, Winarno menegaskan tidak benar jika ada masyarakat yang menuding banjir di Soloraya dua hari lalu disebabkan karena limpasan air dari WGM. Menurut Winarno, banjir tersebut disebabkan hujan bersamaan dengan intensitas tinggi dan dalam waktu lama, terutama di daerag hulu Sungai Walikan di Karanganyar, Sungai Dengkeng di Klaten dan Sungai Samin di Sukoharjo.

shs

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…