Rabu, 10 November 2010 16:23 WIB Solo Share :

Walikota minta penanganan PKL di trotoar harus tepat

Solo (Espos)–Pemerintah Kota (Pemkot) menilai larangan bagi pedagang kali lima (PKL) untuk membuka dhasaran di trotoar mulai 2011, harus disikapi dengan penuh pertimbangan. Pelaksanaannya, tetap harus dilakukan secara bertahap dengan disertai solusi.

Hal itu dikemukakan Walikota Solo Joko Widodo saat dimintai tanggapan terkait larangan bagi PKL untuk membuka dhasaran di trotoar yang harus mulai diterapkan 2011 tersebut.

“Langkah yang harus ditempuh tentunya harus disertai pertimbangan matang, dan Pemkot juga tidak bisa hanya asal melarang orang berjualan, melainkan harus pula memberi solusi, terutama tempat yang baru agar mereka bisa tetap bisa memperoleh penghasilan. Apalagi dilakukan dengan cara kekerasan,” ujar Jokowi, sapaan akrabnya, kepada wartawan, Rabu (10/11).

Jokowi menyatakan senantiasa meminta Dinas Pengelola Pasar (DPP) untuk menyiapkan lokasi yang tepat untuk memindahkan para PKL, khususnya dari sejumlah titik-titik steril PKL.

“Saya tidak mau bicara target harus selesai tahun berapa, yang jelas secepatnya, namun tetap ditangani dengan tepat,” imbuh dia.

sry

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…