Rabu, 10 November 2010 09:02 WIB News Share :

Ribuan tamu undangan pidato Obama diperiksa berlapis

Jakarta–Ribuan tamu undangan yang akan menghadiri pidato publik Presiden Amerika Serikat Barack Obama sudah tiba di kampus Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Rabu (10/11). Tamu undangan yang terdiri dari berbagai kalangan ini pun diperiksa berlapis-lapis.

Menurut kantor berita Reuters, tamu undangan itu berjumlah 6.000 orang. Sedangkan menurut pantauan  di kampus UI, Depok, Jawa Barat, pukul 07.00 WIB, tamu undangan yang menumpangi bus-bus besar mulai tiba.

Mereka berangkat dari pool Parkir Timur Senayan sejam sebelumnya. Sebelum tiba di Kompleks UI, mereka harus melewati sejumlah pemeriksaan. Saat memasuki kampus, bus-bus tamu undangan ini diperiksa di ring tiga. Ada dua mobil X-Ray yang disiapkan untuk memeriksa bus-bus tersebut.

Dua mobil ini diletakkan di sisi kiri dan kanan. Bus tamu undangan akan di-scan di antara dua mobil X-Ray tersebut. Setelah itu, bus berjalan lagi menuju Balairung UI. Namun 500 meter sebelum tiba di Balairung, tamu-tamu undangan harus sudah turun.

Mereka harus kembali melewati pemeriksaan di ring dua yakni melewati metal detector yang pertama. Di ring dua ini, tamu undangan harus menyerahkan tas ransel maupun kamera besarnya. Tampak ada 14 metal detector yang memeriksa tamu undangan.

Untuk berjalan menuju metal detector ini, tamu undangan harus mengantre selama sejam. Setelah selesai pemeriksaan metal detector pertama, tamu undangan kemudian diperiksa lagi dengan metal detector yang kedua. Kemudian tamu undangan berjalan 300 meter menuju Balairung. Selama di jalan menuju Balairung, aparat keamanan berjajar, baik lokal maupun dari AS.

Di dalam ruangan Balairung itu sudah disiapkan podium. Di belakang podium ini dipasang 10 bendera Amerika dan 9 bendera Indonesia. Sementara itu di bagian kanan dan kiri podium dipasang bendera Indonesia berukuran 5×4 meter. Di depan podium sudah diletakkan teleprompter. Pidato Obama di UI ini ditunggu masyarakat dunia.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…