Rabu, 10 November 2010 23:54 WIB Boyolali Share :

Pengungsi Merapi juga tersebar di Ngemplak

Boyolali (Espos) — Sedikitnya 186 pengungsi bencana Merapi tersebar di sebagian besar desa di wilayah Kecamatan Ngemplak. Mereka berasal dari Sleman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kabupaten Klaten, dan dari Kabupaten Boyolali sendiri.

Camat Ngemplak, Hendrarto Setyo Wibowo, menyebutkan pengungsi tidak tersentralisasi di satu titik saja, melainkan menyebar. Para pengungsi umumnya merupakan kerabat warga yang ditempati di desa-desa di Kecamatan Ngemplak. Dia mengatakan, Desa Dibal menjadi desa yang menampung jumlah pengungsi paling banyak, yaitu 51 orang, dan terpisah-pisah berdasarkan KK.

“Dari laporan yang masuk, sejauh ini ada 186 pengungsi, baik dari Klaten, Sleman, dan juga Boyolali sendiri. Tetapi besar kemungkinan ada lebih banyak lagi karena ada desa yang belum melaporkan,” ujarnya ketika ditemui Espos di ruang kerjanya di Kecamatan Ngemplak, Rabu (10/11) siang.

Hendrarto menjelaskan desa-desa tempat pengungsi berada yaitu Desa Ngargorejo, Gagaksipat, Sobokerto, Donohudan, Sawahan, Pandeyan, Dibal, Kismoyoso, dan Giriroto. Satu desa lain yang juga menjadi lokasi pengungsian namun belum dilaporkan ke kecamatan adalah Desa Ngesrep. Guna membantu pengungsi, pihak kecamatan telah menyalurkan bantuan sejak Selasa (9/11).

Terkait bantuan tersebut, Camat menyatakan diberikan sesuai kemampuan dan diprioritaskan bagi keluarga yang memiliki kemampuan ekonomi relatif terbatas. Menurutnya, sejauh ini pemerintah kecamatan bersama unsur Muspika, yaitu Polsek dan Koramil, serta bantuan dari berbagai instansi dan masyarakat, masih mengupayakan kebutuhan pengungsi dari warga di lingkup lokal.

“Sampai sekarang bantuan dari swadaya masyarakat Ngemplak sendiri. Tapi kalau nanti dipandang perlu, tidak menutup kemungkinan meminta bantuan ke Posko Kabupaten. Yang jelas bantuan telah disalurkan mulai kemarin (Selasa, 9/11-red),” imbuhnya. Terkait pendistribusian bantuan itu, Muspika Ngemplak berkoordinasi dengan desa yang lebih mengetahui warganya.

Terpisah Kepala Desa Dibal, Wahjono Muslih, menyatakan 51 orang pengungsi di desanya tersebar di empat titik pengungsian. Dari jumlah itu, 12 orang diketahui berasal dari Kecamatan Musuk dan 39 lainnya dari Sleman, Yogyakarta. Saat ini, selain menunggu pihak kecamatan, pemerintah desa juga mengupayakan bantuan dari warganya. “Pengungsi ditampung di empat titik berbeda di rumah kerabat masing-masing. Yang terbanyak satu titik ditempati 39 orang,” sambungnya.

try

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…