Rabu, 10 November 2010 16:49 WIB Tak Berkategori Share :

"Nggak ada duitnya Pak Menteri"

Jakarta–Sudah pukul 22.00 waktu Arab Saudi ketika Menteri Agama yang juga menjadi Amirul Haj, Suryadharma Ali, mengunjungi pemondokan jemaah calon haji Indonesia.

Jemaah kaget namun senang. Mereka pun tidak sungkan curhat pada Menag.

“Serasa mimpi ada Bapak Menteri ya,” kata salah seorang jemaah calon haji perempuan di rumah nomor 1117 Bahudman, Mekah, saat bertemu langsung Menag, Selasa (9/10) waktu Arab Saudi atau Rabu (10/11) pagi Waktu Indonesia Barat.

Suryadharma tersenyum mendengar celetukan jemaah yang berasal dari Pandeglang Banten tersebut.

Sementara jemaah lainnya dan para pejabat yang menyertai Suryadharma antara lain  Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Slamet Riyanto, anggota DPR Dimyati Natakusumah dan istrinya yang juga anggota DPR Irna Narulita tertawa.

Suryadharma pun melakukan dialog dengan jemaah. Ia menanyakan apakah jemaah sehat dan bagaimana kondisi pemondokan.

“Sering nggak ke Masjidil Haram? Jalan kaki atau naik mobil?” tanya Suryadharma. Jemaah pun menjawab ke Masjidil Haram dengan berjalan kaki karena tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dalam waktu 15-20 menit.

“Mobilnya nggak ada Pak,” jawab jemaah.

Menag tidak percaya bila tidak ada mobil yang mengangkut jemaah dari kawasan Bahudman itu ke Masjidil Haram.

“Mobil ada Pak, duitnya yang nggak ada Pak Menteri,” jawab seorang ibu warga Pandeglang itu yang langsung disambut tawa ger-geran.

Kepada Menag pun, jemaah lantas mengeluhkan fasilitas air minum yang sering kosong. Menag menyarankan pada jemaah agar berkoordinasi dengan pengelola rumah. Tapi jemaah mengaku mengalami kesulitan soal bahasa.

Dalam pertemuan itu Menag juga menyerahkan bingkisan kepada jemaah. Bingkisan tersebut berasal dari Irna Narulita.

“Ini dari ibu,” ucap Menag.

Jemaah yang merupakan tetangga Irna di Pandeglang itu pun sangat senang dikunjungi anggota DPR itu.

Menag lantas mendoakan agar jemaah bisa menjadi haji mabrur. Ia kemudian melanjutkan mengunjungi seorang jemaah yang tengah sakit asma. Kepada teman si sakit, Menag berpesan agar tidak merokok di dalam kamar.

Usai menjenguk jemaah sakit, Menag turun dari lantai enam itu lewat tangga dengan alasan agar bisa melihat kondisi setiap lantai pemondokan.

“Alhamdulillah jemaah puas. Hanya masalah air memang harus diperhatikan karena kalau kurang minum kesehatan jemaah bisa terganggu,” ujar Suryadharma Ali.

Dari pemondokan 1117, Menag meninjau pemondokan 1102 yang disebut-sebut sebagai pemondokan terburuk. Menag mengakhiri kunjungan dengan menemui KH Maimun Zubair, pengasuh Pondok Pesantren Sarang, Rembang yang juga menjadi sesepuh PPP. Pertemuan yang selesai sekitar pukul 23.00 waktu Arab Saudi itu lantas ditutup dengan doa bersama untuk bangsa.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…