Rabu, 10 November 2010 17:05 WIB Klaten Share :

Merasa dipingpong, pengungsi labrak Posko

Klaten (Espos)–Ratusan pengungsi dari Desa Bawukan, Dompol dan Manisrenggo mendadak melabrak Posko di Pemkab, Rabu (10/11).

Penyebabnya, mereka merasa dipingpong ke sana kemari ketika berupaya mengambil jatah makan siang bagi warganya di pengungsian.

“Kalau memang tak dapat makan, bilang saja. Kami akan pulang dan mencari makan sendiri. Jangan perlakukan kami seperti ini,” teriak warga Desa Kepurun Manisrenggo, Marsudi bersama rekan-rekannya di depan pos dapur setelah dipingong ke sana kemari ketika hendak
mengambil jatah makan.

Warga pengungsian yang kesal itu lantas bersama-sama melabrak ke Gedung Kantor Bupati yang dipimpin Kepala Desa Bawukan, Slamet.

Mereka akhirnya ditemui Kepala Inspektorat Klaten, Eko Medi Sukasto. Dalam kesempatan itu, mereka mempertanyakan kenapa warga yang sudah mendapatkan kartu girik pengambilan jatah makan tetap ditolak.

Menanggapi hal itu, Eko Medi Sukasto meminta warga tetap tenang dan tak emosi. Dia tak membenarkan bahwa penanganan bencana Merapi itu harus dibeda-bedakan. Menurutnya, itu hanya terjadi kesalahpahaman.

“Mungkin makanan masih belum jadi dan belum tiba di lokasi,” terangnya.

asa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…