Rabu, 10 November 2010 18:08 WIB News Share :

Korban tewas banjir bandang di Semarang enam orang

Semarang--Dari hasil pendataan, jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Semarang, Jateng mencapai enam orang.

Lima di antaranya sudah ditemukan, satu orang masih hilang.

Tiga korban tewas yang pertama dilaporkan adalah Sri Endang Rahayu atau Yayuk, 35, PNS Kendal dan dua kakak beradik, Hilul, 1, dan adiknya yang belum diberi nama. Ketiganya dibawa ke RS Bhayangkara.

Hari ini, Rabu (10/11) dua jenazah ditemukan atas nama Karyati, 35, warga Mangunharjo, Mangkang, dan Mohammad Abdul Rozak, 1,5, warga Wonosari, Ngaliyan.

“Yang masih dicari bernama Iwan,” kata Humas Basarnas Semarang, Zulhawari.

Zul menyatakan, dua korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, akhirnya ditemukan selamat. Mereka adalah balita Nur Aim dan Jasmin, 55. Saat ini, pihaknya masih terus mencari korban yang dilaporkan hilang di sepanjang Sungai Beringin.

Banjir disebabkan meluapkan Sungai Beringin, Selasa (9/11) sore. Ratusan rumah rusak dan beberapa fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan panti asuhan rusak. Kerusakan terparah terjadi di Wonosari, Ngaliyan.

“Air datang cepat sekali. Tahu-tahu sudah 1,5 meter,” ucap seorang warga setempat, Esti Ana, 25.

Banjir juga terjadi di sejumlah titik seperti Kawasan Tanah Mas,  Gayamsari, dan lain-lain. Kawasan terparah berada di Wonosari, Ngaliyan.

dtc/nad

lowongan pekrajaan
Yayasan Internusa Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…