Rabu, 10 November 2010 09:41 WIB Ekonomi Share :

Dolar menguat, Wall Street melemah

New York–Indeks saham di bursa Wall Street kembali mengalami koreksi akibat aksi jual saham-saham perbankan dan logam di akhir perdagangan. Investor mendapatkan momentum untuk melakukan aksi jual di sesi akhir seiring menguatnya dolar AS.

Saham-saham sektor finansial mendapat pukulan keras seiring kenaikan suku bunga di akhir perdagangan. Saham-saham logam dan energi juga mengalami tekanan setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi.

“Komoditas sudah sangat kuat pagi ini dan menjadi pemimpin pasar. Seiring stabilnya dolar AS sepanjang perdagangan, hal itu langsung mengurangi kekuatan komoditas,” ujar Nick Kalivas, analis senior dari MF Global seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/11).

Pada perdagangan Selasa (9/11), indeks Dow Jones ditutup melemah 60,09 poin (0,53%) ke level 11.346,75. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 9,85 poin (0,81%) ke level 1.213,40 dan Nasdaq melemah 17,07 poin (0,66%) ke level 2.562,98.

Indeks Dolar AS terhadap kumpulan mata uang naik 1% di akhir perdagangan. Saham sektor finansial yang sepanjang pekan lalu perkasa akhirnya mengalami koreksi dengan indeks finansial S&P turun 2,2%. Saham Bank of America tercatat turun 2,6% dan menjadi salah satu penentu ‘merahnya’ Dow Jones.

Volume perdagangan cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 8,9 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun ini yang sebenyak 8,72 miliar lembar saham.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…