Selasa, 9 November 2010 07:50 WIB News Share :

Wall Street 'istirahat' sejenak

New York–Saham-saham di bursa Wall Street ditutup mixed setelah sebelumnya mengalami lonjakan tajam hingga ke titik tertingginya sejak September 2008, atau era setelah bangkrutnya Lehman Brothers.

Investor mengambil untung dengan saham-saham perbankan terutama mengalami tekanan paling besar. Namun kenaikan saham Teknologi masih mampu menopang Nasdaq di teritori positif.

Pada perdagangan, Senin (8/11), indeks Dow Jones ditutup melemah 37,24 poin (0,33%) ke level 11.406,84. Indeks Standard & Poor’s 500 juga melemah 2,60 poin (0,21%) ke level 1.223,25 dan Nasdaq menguat 1,07 poin (0,04%) ke level 2.580,05.

“Kita baru saja memiliki gain tahun ini yang mungkin setara dengan 2,5 bulan. Orang-orang merasa sedikit berlebihan dan ada faktor psikologis dan teknikal resisten disana,” ujar Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald & Co seperti dikutip dari Reuters, Selasa (9/11).

Indeks saham di bursa Wall Street pada akhir pekan lalu sempat melonjak tajam hingga titik tertinggi setelah September 2008. Investor merespons positif hasil pemilu sela dengan kemenangan Republik, plus adanya rencana The Fed untuk menambah likuiditas hingga US$ 600 miliar.

Saham-saham perbankan akhirnya mengalami koreksi setelah lonjakan pada pekan lalu. Keputusan The Fed untuk menjaga suku bunga tetap rendah dinilai bisa menggerus laba perbankan.

“Tingkat suku bunga negatif tidak sehat untuk saham-saham perbankan dan bank masih memiliki banyak kredit macet dalam pembukuannya,” ujar Bruce Bittles, chief investment Robert W. Baird & Co.

Volume perdagangan masih tipis, yakni transaksi di New York Stock Exchange hanya senilai 7,07 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang senilai 8,73 miliar.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…