Selasa, 9 November 2010 09:20 WIB News Share :

Tim SAR temukan satu korban tewas Merapi di Cangkringan

Sleman–Tim SAR Brimob Polda DI Yogyakarta pagi ini, Selasa (9/11) berhasil mengevakuasi satu orang warga Dusun Guling, Desa Argomulyo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, yang tewas terkena lucuran awan panas Merapi, Jumat (5/11) lalu.

Korban yang diduga anak-anak itu, ditemukan dalam kondisi sangat mengenaskan. Jenazah itu hangus dan hancur. Korban tewas tersebut ditemukan, Selasa sekitar pukul 07.00 WIB. Setelah berhasil diangkut petuas SAR, korban langsung dibawa menuju RS Sardjito untuk diidentifikasi. Dengan kondisi jenazah yang sudah tak berbentuk itu sebenarnya proses identifikasi akan sangat sulit dilakukan.

Korban yang diduga berusia 9-12 tahun itu ditemukan di dekat sebuah rumah yang tertimbun material awan panas. Dusun yang berada tepat di bantaran Kali Gendol itu, saat ini terdapat gunungan material yang terbawa awan panas. Padahal sebelumnya batas tanggul dan sungai itu lebih dari 5 meter.

Meskipun dusun itu sudah diguyur hujan sejak kemarin malam, namun material yang terbawa awan panas tersebut masih mengepulkan asap dan terasa panas. Puluhan pohon yang terbakar akibat awan panas Jumat lalu juga terlihat masih membara. Hampir semua rumah yang ada di dusun itu roboh.

Selain menemukan satu korban, petugas juga mengevakuasi ternak milik warga yang maih tertinggal. Untuk pagi ini ada 10 ekor sapi yang dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Cuaca di sekitar dusun pagi ini cerah. Gunung Merapi terlihat lebih jelas dengan kepulan asap yang masih menjulang tinggi ke angkasa.

Dengan ditemukannya satu korban ini, artinya korban tewas akibat letusan Merapi yang dievakuasi ke RS Sardjito berjumlah 98 orang. Sedangkan untuk korban lukan yang sampai saat ini masih dirawat berjumlah 103 orang, dengan perincian 29 orang mengalami lukan bakar dan 74 sisanya non luka bakar.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…