Selasa, 9 November 2010 10:53 WIB News Share :

Solo urutan ketiga kota 'terbersih' dari korupsi

Jakarta–Lembaga Transparency International Indonesia (TII) menganugerahi Denpasar sebagai kota yang terbersih dari praktik korupsi dengan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2010 mencapai 6,71. Sementara Kota Solo menduduki urutan ketiga setelah Tegal.

“TII melakukan survei persepsi korupsi pada 50 kota di Indonesia, kemudian Bali meraih skor tertinggi,” kata Sekretaris Jenderal TII, Teten Masduki di Jakarta, Selasa (9/11).

Teten mengatakan Tegal menduduki posisi kedua dengan skor 6,26, disusul Solo (6,00), Yogyakarta dan Manokwari (5,81).  Sementara, Kota Cirebon dan Pakanbaru menempati posisi terendah dengan nilai (3,61), Surabaya (3,94), Makassar (3,97) dan Jambi (4,13).

Teten menyebutkan TII mengukur IPK Indonesia dengan metode survei tatap muka terhadap 9.237 responden pelaku bisnis sejak Mei hingga Oktober 2010. Survei yang dilakukan pada 50 kota itu meliputi 33 ibu kota dan 17 kota yang signifikan secara ekonomi.

Teten menuturkan kota yang memiliki nilai IPK tertinggi mengindikasikan pelaku bisnis menilai tindak korupsi tidak lazim dilakukan, pemerintah setempat dan penegak hukum serius memberantas korupsi.

“Sedangkan kota yang mendapatkan nilai terendah mempersepsikan korupsi masih terjadi pada sektor pelayanan publik,” ujar Teten.

Teten menyatakan Kota Denpasar, Solo dan Yogyakarta memang menunjukkan prestasi yang meningkat pada bidang reformasi birokrasi.

Sementara itu, Manajer Tata Kelola Ekonomi TII, Frenky Simanjuntak menambahkan hasil IPK Indonesia berdampak terhadap kinerja pemerintah daerah.

Frenky mencontohkan Kota Tegal yang meraih IPK Indonesia terendah kedua pada tahun 2008, saat ini menduduki posisi kedua teratas.

ant/rif

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…