Selasa, 9 November 2010 08:02 WIB News Share :

Relawan Merapi sambut baik pertemuan KPI dan Pemred media

Jakarta–Relawan Merapi menyambut baik pertemuan antara Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dengan para pimpinan redaksi media televisi terkait pemberitaan tentang bencana Merapi. Relawan meminta televisi untuk tidak lagi mendramatisir musibah itu.

“Yang pasti kalau ditegur itu bagus dan tidak mendramatisir pemberitaan lagi,” ujar salah seorang relawan Merapi, Doody, Selasa (9/11).

Doody akan menunggu efek dari pertemuan para pimpinan media televisi dengan KPI. “Paling tidak beberapa hari baru kita lihat efeknya seperti apa dan kita minta berita tidak membuat orang takut untuk datang dan tinggal di pengungsian,” jelasnya.

Doody juga tidak mau berkomentar tentang permintaan maaf dari program acara Silet yang disiarkan oleh RCTI, serta pengunduran diri host program infotainment itu, Feni Rose.

Pada Minggu (7/11), perwakilan Merapi melansir surat terbuka kepada KPI, memprotes tayangan televisi yang berlebihan dan meresahkan pengungsi. Esok harinya, KPI memanggil sejumlah pimpinan redaksi televisi.

Pada Senin (8/11) sore, presenter acara Silet Feni Rose meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas tayangan tanggal 7 November 2010 yang dinilai meresahkan pengungsi terkait prediksi letusan Merapi. Feni mengaku sebagai seorang presenter infotainment, dirinya murni hanya melaksanakan tugas sesuai naskah.

“Saya meminta maaf sedalam-dalamnya,” kata presenter yang terkenal dengan pengucapan “Pemirrrsa!” ini.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…