Selasa, 9 November 2010 15:36 WIB Wonogiri Share :

Pengungsi Merapi terus berdatangan ke Wonogiri

Wonogiri (Espos)–Jumlah pengungsi akibat letusan Gunung Merapi yang berlindung di wilayah Wonogiri terus bertambah. Informasi dari Dinas Sosial mereka tidak hanya di Kecamatan Manyaran tapi juga di Eromoko, Ngadirojo dan Purwantoro.

Di Kecamatan Manyaran, para pengungsi masih terus berdatangan secara bergelombang dan hingga Selasa (9/11) siang jumlah mereka sudah mencapai 117 orang. Seperti pengungsi yang tiba sebelumnya, mereka datang berombongan menggunakan sepeda motor atau diangkut truk.

“Paling banyak datang tadi malam (Senin malam-red). Mereka ke posko di kecamatan dulu baru mendatangi rumah saudara mereka yang kebetulan tinggal di sini. Sejauh ini tidak ada yang sampai harus ditampung di kantor kecamatan,” ungkap Camat Manyaran, Ristanti kepada wartawan, Selasa.

Dengan jumlah pengungsi yang semakin banyak, Ristanti mengatakan saat ini pihaknya kekurangan logistik untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi itu. Dia berharap kepada pihak-pihak yang melakukan penggalangan dana atau bantuan lain ada yang mengarahkan bantuannya ke pengungsi di Manyaran.

“Kebutuhan mereka yang paling mendesak adalah makanan. Ya maklum, mereka kan meninggalkan rumah mereka dengan terburu-buru. Hanya membawa yang bisa dibawa dan tidak mungkin membawa bekal makanan dalam jumlah banyak,” ujar dia.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suharno mengatakan selain di Manyaran, gelombang pengungsi akibat letusan Gunung Merapi juga berdatangan ke tiga kecamatan lain. “Laporan yang kami terima hingga siang ini (kemarin) di Eromoko ada 21 orang, di Purwantoro ada 24 orang dan di Ngadirojo ada 39 orang. Mereka kebanyakan warga sekitar Merapi yang punya saudara di wilayah-wilayah itu,” ujar Suharno.

Suharno mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat untuk penyiapan kebutuhan para pengungsi itu. Dia juga mengatakan sudah mengirimkan bantuan logistik, berupa bahan makanan maupun makanan siap santap. “Siang ini kami juga mengirimkan selimut serta pakaian ke Manyaran,” tambahnya.

shs

lowongan pekerjaan
CV.Indra Daya Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…