Selasa, 9 November 2010 13:39 WIB News Share :

Obama datang, wartawan "diungsikan"

Jakarta–Kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama membuat wartawan yang biasa meliput di Istana Kepresidenan harus “mengungsi” atau dipindahkan .

Wartawan yang biasa menghuni ruangan di dalam kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (9/11) kini dipindahkan ke ruang serba guna Sekretariat Negara yang berada di luar kompleks Istana Kepresidenan.

Wartawan tidak boleh lagi memasuki ruangan media di dalam kompleks Istana Kepresidenan karena langsung dihadang oleh Pasukan Pengamanan Kepresidenan dan langsung “di”belokkan” ke arah ruang serba guna Gedung Sekretaris Negara.

Ruang serba guna itu telah disulap menjadi ruang kerja yang nyaman bagi wartawan. Tersedia beberapa set komputer dan jaringan internet nirkabel, serta makanan dan minuman.

Ruang serba guna cukup luas itu disekat untuk ruang kerja bagi wartawan Indonesia di bagian kiri serta untuk wartawan Amerika Serikat rombongan Presiden Obama di bagian kanan.

Wartawan yang memasuki lingkungan Istana Kepresidenan untuk meliput kedatangan Presiden Austria Heinz Fischer pun diperiksa dengan ketat.

Sebelum menerima Obama pada pukul 17.00 WIB, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terlebih dahulu menerima Presiden Austria pada pukul 11.00 WIB.

Setelah pertemuan bilateral dan penandatanganan nota kesepahaman tentang peningkatan kerjasama dialog antar umat beragama, Presiden Yudhoyono dan Presiden Fischer akan menggelar konferensi pers bersama.

Sedangkan Obama dijadwalkan tiba di Istana Merdeka pada pukul 17.00 WIB dan disambut dengan upacara kenegaraan.

Pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan Obama baru berlangsung pada pukul 17.45 dan ditutup dengan konferensi pers bersama pada pukul 18.45 WIB.

Kunjungan Obama ditutup dengan jamuan makan malam kenegaraan pada pukul 20.00 WIB di Istana Merdeka.

ant/nad

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…