Selasa, 9 November 2010 01:15 WIB Sragen Share :

Jalan rusak 4 km, warga Somomorodukuh kesal

Sragen (Espos)–Jalan sepanjang 4 kilometer (km) yang menghubungkan Kecamatan Gemolong dan Plupuh, melalui Desa Sumomorodukuh, rusak parah.

Warga setempat mengaku kesal, lantaran usulan mereka agar Pemerintah kabupaten (Pemkab) Sragen segera memperbaiki jalan hingga kini belum ditanggapi.

Padahal jalan dengan lebar lebih dari 3 meter tersebut menjadi jalur terdekat dari Desa Sumomorodukuh menuju Jl Solo-Purwodadi. Ketua RT 5 desa setempat, Sujoko mengungkapkan pihaknya telah beberapa kali mengajukan usulan perbaikan jalan ke pemerintah desa.

Pihak desa, berdasarkan kabar yang diperoleh juga telah menindaklanjuti usulan itu ke Pemkab.

“Tapi sampai sekarang belum ada kabar lagi. Padahal, usulan itu disampaikan sudah sejak sebelum Kades ganti. Apa perlu kami protes dengan berkebun di jalan,” kata Sujoko, saat ditemui Espos, di kediamannya, Senin (8/11).

Jalan sepanjang 4 km tersebut sebenarnya dibalut lapisan aspal. Namun, akibat terpapar hujan dan panas, juga lantaran dilewati kendaraan berat, jalan mulai rusak.

Aspal terkelupas, lubang bermunculan di jalan dan kerikil tersebar bebas di permukaan jalan. Akibat kerusakan tersebut, Sujoko melanjutkan, sejumlah pengendara sepeda motor kerap terjatuh.

Hal senada disampaikan Bayan IV Desa Sumomorodukuh, Sutantyo. Menurut dia, saat kunjungan pejabat Pemkab setahun silam, pemerintah desa dijanjikan mendapatkan bantuan untuk perbaikan jalan paling tidak tahun 2010.

Namun, hingga menjelang akhir tahun tidak ada kepastian mengenai perbaikan tersebut. Sutantyo berharap, Pemkab memprioritaskan jalan antarkecamatan yang melalui desanya mengingat pentingnya jalan bagi warga setempat.

Selain jalan, dia juga menyebut perlunya dibuat gorong-gorong permanen di salah satu persimpangan di jalan itu.

“Kalau hujan air meluber ke jalan, perlu kiranya dibangun gorong-gorong di situ. Tujuh meter saja, kedalaman 1,5 meter,” urainya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Sumomorodukuh, Supoyo mengakui adanya usulan perbaikan jalan. Namun, dia menegaskan hingga saat ini pihak desa juga belum menerima tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum (DPU).

Jalan sepanjang 4 km tersebut, jelas dia, berada dalam kewenangan DPU karena merupakan jalan antarkecamatan. Di desa sebelah, Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, jalan telah diperbaiki dengan menambah lapisan aspal, sehingga lebih layak dilalui.

tsa

lowongan pekerjaan
STAFF SURVEY,MARKETING,SPG,SPB, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…