Selasa, 9 November 2010 15:51 WIB News Share :

Dianggap tak fair, Adriana mundur dari PKPI

Salatiga (Espos)— Proses penjaringan bakal calon Walikota Salatiga yang dilakukan Dewan Pimpinan Kota (DPK) PKPI Salatiga dinilai tidak baik. Tidak harmonisnya hubungan di internal parpol tersebut menjadi salah satu indikatornya.

Hal ini diungkapkan salah satu bakal calon walikota yang mengikuti penjaringan PKPI, Adriana Susi Yudhawati. Dalam jumpa pers, Selasa (9/11), lewat ketua tim suksesnya, Edi Sulaiman, Adriana menyatakan pengunduran dirinya dari pencalonan yang dilakukan PKPI. “Jika proses awal penjaringannya tidak baik hasilnya pun akan tidak baik,” ujar Edi.

Indikator lain dari buruknya proses penjaringan PKPI, sambung dia, adalah tidak konsistennya sikap tim penjaringan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Ia juga menyebut hubungan antara pengurus DPK dengan tim penjaringan yang dipimpin Petrus Yustinus Parito dan Desk Pilkada Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) tidak harmonis. “Mereka jalan sendiri-sendiri dan terlalu banyak intervensi ke DPN (Dewan Pimpinan Nasional),” tutur Edi.

Dari itu semua, faktor yang paling membuat Adriana kecewa adalah dimenangkannya tokoh lain oleh tim penjaringan, padahal tokoh tersebut tidak mengikuti tahapan penjaringan yang ia dan bakal calon lain ikuti. Apalagi dari hasil fit and proper test menunjukkan Adriana meraih peringkat teratas.

“Pengunduran diri ini untuk memberi kesempatan calon lain untuk maju,” cetus Edi. Adriana telah mengirimkan surat pengunduran diri itu, Senin (8/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, Parito mengklaim bahwa rekomendasi bakal calon walikota dan waki walikota dari DPN sudah turun. Pasangan yang mendapat rekomendasi itu adalah Bambang Soetopo (Balon walikota)-Elysabeth Dwi Kurniasih (Balon Wawali). Padahal Bambang selama ini tidak pernah terekspose mendaftar di PKPI.

kha

lowongan pekerjaan
CV PRIMEDANIE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…