Selasa, 9 November 2010 06:11 WIB News Share :

Arab Saudi siapkan 20 unit petugas khusus antisipasi banjir

Makkah–Kementerian Sipil Kerajaan Arab Saudi telah melakukan antisipasi akan turunnya hujan selama musim haji 2010 ini. Dipastikan peristiwa Ka’bah di Masjidil Haram kebanjiran pada 1957 tidak akan terulang. Ada 20 unit petugas disiapkan untuk mengantisipasi banjir.

Direktur Perlindungan Sipil Haji, Brigadir Abdullah Al Ghasham menyebutkan 20 unit khusus tersebut siap menangani banjir. Unit-unit itu termasuk penyelam dan perenang yang sangat terlatih dan dilengkapi dengan kapal cepat. Unit ini didukung oleh tim lapangan dan helikopter.

“Tim terpadu ini akan terus memantau serta menangani drainase saluran dan kanal banjir khususnya di tempat-tempat suci,” ujar Al Ghasam di Jeddah, Senin (8/11).

Kementerian Sipil juga telah bekerjasama dengan Badan Meteorolgi dan Perlindungan Lingkungan setempat untuk memasangĀ  sistem hot line. Nantinya Badan Meteorologi akan langsung menginformasikan bila diprediksi terjadi hujan lebat di sekitar Masjidil Haram- Armina dan Madinah.

“Sistem hot line akan memberi kami waktu sebagai antisipasi bila Ka’bah kehujanan, sehingga banjir pada musim puncak haji kali ini bisa dihindari,” kata Al Ghasam.

Seperti dilansir Kantor Berita Arab Saudi SPA dan Saudi Gazatte, kerjasama tersebut juga untuk memberi peringatan kepada dua juta jamaah haji terhadap bahaya cuaca lainnya. Dengan kerjasama itu juga memungkinkan adanya waktu untuk mengevakuasi jamaah ke tempat aman bila memang benar-benar terjadi hujan badai.

Madinah, Makkah dan Jeddah serta Arab Saudi secara keseluruhan memasuki musim dingin pada akhir Oktober. Makkah bahkan sudah dua kali hujan, dalam dua pekan terakhir. Begitu juga Jeddah. Sementara Madinah menjadi Kota dengan suhu paling sejuk, yakni berkisar 24-35 derajat Celcius.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…