Senin, 8 November 2010 09:43 WIB News Share :

PPP larang anggotanya Kunker ke luar negeri

Jakarta–Fraksi PPP DPR melarang anggotanya mengikuti kunjungan kerja  (Kunker) ke luar negeri selama tahun 2010, yang bersisa dua bulan lagi. Anggaran kunker PPP ke luar negeri akan digunakan untuk membantu korban bencana alam.

“FPPP MPR/DPR instruksikan seluruh rencana perjalanan luar negeri anggota FPPP terkait komisi, badan, pansus, panja, dan muhibah untuk tahun 2010 dibatalkan,” ujar Ketua DPP PPP, Lukman Hakim Saifuddin, Senin (8/11).

Hal tersebut, menurut Lukman, diputuskan dalam Rapat Harian DPP PPP. PPP mengambil langkah ini dalam rangka tanggap bencana alam yang tengah melanda tanah air dan menyusul sikap sejumlah fraksi di DPR yang mendorong anggotanya menunda perjalanan ke luar negeri. PPP berharap kunjungan tersebut tidak hanya ditunda tetapi dibatalkan.

PPP juga akan mengalihkan penggunaan anggaran kunker untuk tujuan kemanusiaan. Diharapkan dana kunker dapat dijadikan dana cadangan sumbangan dana kemanusiaan untuk korban bencana di lereng Gunung Merapi.

“Dana perjalanan luar negeri anggota FPPP 2010 dijadikan tambahan cadangan resiko bencana,” tandasnya.

Sebelumnya, satu persatu fraksi DPR menginstruksikan semua anggotanya menunda kunjungan ke luar negeri selama bencana. Namun demikian sejumlah anggota DPR tetap berkunjung ke luar negeri.

Sebut saja rombongan studi banding Komisi V DPR tentang rumah susun ke Italia. Selain itu, Panja OJK DPR juga lepas landas ke Rusia mempelajari otoritas jasa keuangan.

Situasi ini dinilai sejumlah pihak sangat memprihatinkan mengingat bencana bergantian melanda tanah air. Letusan Gunung
Merapi di Yorgyakarta, misalnya, belum juga berhenti. Ratusan korban meninggal dunia dan puluhan korban luka tengah dirawat di RS Sardjito, Yogyakarta.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Mengenang (Pendidikan) Guru

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (24/11/2017). Esai ini karya Bandung Mawardi, kuncen Bilik Literasi. Alamat e-mail penulis adalah bandungmawardi@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada akhir abad XIX orang-orang Jawa mulai memiliki cita-cita baru. Sekian orang ingin menjadi guru seperti tuan kulit…