Senin, 8 November 2010 12:06 WIB Hukum Share :

Polri selidiki keluarnya Gayus dari tahanan

Jakarta–Polri memeriksa sejumlah petugas terkait bisa keluarnya Gayus Tambunan dari tahanan. Polri mendalami apakah ada dugaan unsur suap terkait izin keluar terdakwa kasus mafia pajak itu, yang disebut-sebut menemui istrinya di sebuah hotel itu.

“Jadi awalnya meminta izin, alasan tidak enak badan, untuk berobat. Oleh Kepala Rutan Bareskrim diizinkan. Karena sudah terlanjur di luar, pulangnya terlambat. Apakah ada negosiasi dengan petugas sehingga terlambat itu yg masih kita selidiki,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Senin (8/11).

Keluarnya Gayus dari tahanan itu kemudian terendus pimpinan Bareskrim Polri, hingga akhirnya, Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi mengambil sikap melaporkan ke Propam.

“Pemeriksaan masih dilakukan termasuk Kepala Rutannya,” ujarnya.

Gayus pergi pada Sabtu (6/11) pagi. Informasi yang beredar dia menemui istrinya di sebuah hotel sekaligus menghadiri resepsi. Alasan dia pergi karena sakit, padahal Gayus selama ini tampak sehat walafiat.

Hingga kini belum diketahui bagaimana hasi pemeriksaan delapan petugas tersebut. “Kita belum tahu, saya juga belum dapat data dari pemeriksaan Propam,” imbuhnya.

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo sudah mengetahui soal keluarnya Gayus dari tahanan ini, dan memerintahkan pemeriksaan atas insiden ini.

“Sanksi nanti dilihat apakah kena sanksi disiplin kode etik atau ada pidananya. Kalau ada penyuapan ya dipidana,” urainya.

Meski demikian, Iskandar menambahkan, kalau tahanan berobat itu sebenarnya tetap diperbolehkan. “Dalam rangka berobat boleh-boleh saja asal dikawal dan balik lagi, yang lain-lain tidak boleh, apalagi kondangan. Kapolri mau transparan makanya kita proses,” tutupnya.

dtc/rif

lowongan pekerjaan
PT.KARTINI TEH NASIONAL (TEH DANDANG), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…