Senin, 8 November 2010 18:40 WIB Wonogiri Share :

Pengungsi Merapi menyeberang ke Wonogiri

Wonogiri (Espos)–Tidak kurang dari 60 pengungsi Merapi memasuki perbatasan Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri selama tiga hari terakhir. Mereka tiba berombongan dengan sepeda motor atau diangkut mobil dan truk. Kini, mereka ditampung di rumah-rumah kosong atau rumah saudara.

Informasi yang diperoleh Espos, gelombang pengungsi pertama tiba di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Klaten itu Jumat (5/11) pagi. Mereka tiba beriringan dengan sepeda motor, atau mobil bagi para manula dan Balita. Gelombang pengungsi paling banyak tiba Minggu (7/11) malam sebanyak 16 orang yang diangkut dengan truk. Mereka langsung ditampung di pendapa kantor kecamatan.

Data yang dicatat pihak Pemerintah Kecamatan Manyaran, sampai Senin siang (9/11), total sudah 66 pengungsi yang memasuki wilayah itu. Para pengungsi itu kebanyakan berasal dari Bogem, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta, terutama yang tempat tinggalnya dekat Sungai Opak (terusan Kali Gendol), serta Prambanan, Klaten dan Desa Sukabumi, Cepogo, Wonosari.

Mereka ditampung di beberapa lokasi, salah satunya yang paling banyak adalah di rumah Giyoto di Dusun Sampak, Desa Pijiharjo, Manyaran. Ada 16 pengungsi yang ditampung di rumah tersebut.

“Tadi pagi, sebanyak 26 orang kembali ke rumah mereka untuk melihat situasi. Tapi mereka berjanji akan kembali lagi ke sini jika kondisinya masih membahayakan. Kebetulan rumah-rumah mereka berjarak hanya 23 km dari puncak Merapi,” ungkap Camat Manyaran, Ristanti, saat ditemui wartawan di salah satu lokasi pengungsian, kemarin.

Sementara itu, Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto, yang langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi para pengungsi itu mengatakan akan berusaha sebaik mungkin untuk menjamin pemenuhan kebutuhan para pengungsi. “Kami memahami jika pengungsi banyak yang  masuk ke Wonogiri, karena sejauh ini Wonogiri relatif aman, tidak terkena hujan abu atau awan panas,” kata Danar.

Saat menemui para pengungsi di rumah Giyoto, di Dusun Sampak, Pijiharjo, Manyaran, kemarin, Danar mengatakan pada para pengungsi itu agar tetap tenang dan tidak buru-buru pulang. Mereka dipersilakan menunggu sampai kondisi wilayah mereka benar-benar aman. Untuk kebutuhan logistik, Danar mengatakan akan berusaha sebaik-baiknya untuk membantu.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suharno mengatakan sudah mengirimkan bantuan logistik untuk para pengungsi Merapi di Manyaran. Di antaranya berupa beras, makanan dan mi instan. Sebagian bantuan itu diserahkan langsung oleh Bupati saat melakukan kunjungan ke lokasi pengungsian kemarin.

shs

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…