Senin, 8 November 2010 18:53 WIB News Share :

Pemerintah dirikan Media Center Merapi

Jogja--Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana membangun sebuah pusat media (media center) terkait bencana letusan Gunung Merapi.

Selain untuk menyosialisasikan informasi resmi dari pemerintah, pendirian media center ini juga dimaksudkan untuk meluruskan tiap isu tak bertanggung jawab yang bisa menyesatkan masyarakat.

Media center tersebut bernama lengkap ‘Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi’ dan mengambil lokasi di lantai 1 Gedung Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B), Jalan Kenari 14A, Jogja.

Meski telah beroperasi sejak Sabtu (6/11), namun fungsi operasionalnya baru rapi mulai hari ini.

“Sebenarnya sudah sejak Sabtu kemarin, namun belum setertib hari ini. Alat-alatnya baru datang hari ini. Ini sambil beroperasi, sambil mencari peralatan untuk mendukung media center,” terang penanggung jawab Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi, Sukosono.

Bagian depan media center ini diisi oleh sebuah meja resepsionis untuk menerima pengunjung. Di sini ada beberapa laptop, sebuah printer, dan telepon gratis yang disediakan oleh sebuah operator telekomunikasi.

Selain itu, ada pula rilis resmi dari berbagai lembaga pemerintah terkait bencana Merapi.

Di belakang resepsionis, tersedia empat komputer terkoneksi internet yang bisa diakses secara gratis. Komputer ini disediakan untuk pengunjung dan pers yang mungkin ingin mengirim berita ke redaksi masing-masing.

Sementara di bagian belakang, dibuat tempat khusus untuk konferensi pers. Di bagian ini ada satu meja, satu mimbar, beberapa kursi, dan satu latar belakang cukup besar bertuliskan ‘Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi’.

Sukosono menjelaskan, sampai saat ini anggota tim yang bertugas di media center ini berjumlah sembilan orang, masing-masing dari Kemkominfo enam orang, dari Departemen Luar Negeri dua orang dan dari TNI AL satu orang.

Saat ini fasilitas di media center tersebut terus ditambah. Selain komputer dan fasilitas hotspot gratis, sedang dibangun sebuah studio mini radio.

“Studio mini Radio Merapi 102 FM. Hari ini dalam proses. Kami juga bekerja sama dengan komunitas penyiaran,” ujar pria yang akrab dipanggil Pak Suko ini.

Sukosono menegaskan, media center ini dibuat untuk memproduksi informasi yang valid terkait bencana letusan Merapi.

“Mari bersinergi menyosialisasikan informasi resmi dari pemerintah agar masyarakat tenang. Kan kemarin itu ada SMS gelap yang meresahkan, setelah saya rapat dengan Pak Surono (Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), itu tidak ada,” tutur pria berkacamata tersebut.

Sampai saat ini, telah banyak pejabat yang melakukan konferensi pers di media center tersebut, antara lain Menteri Pertanian Suswono, Menko Kesra Agung Laksono, Mendiknas Mohammad Nuh, Menteri Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Kepala PVMBG Surono dan lain-lain. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun telah berkunjung ke media center ini kemarin.

“Pak Presiden kemarin menginstruksikan agar media center memberi informasi yang benar dan sejelas-jelasnya kepada masyarakat secara terus-menerus,” tambah Sukosono.

Sebagai penutup, Sukosono mempersilakan kepada siapa saja yang ingin mendapatkan informasi terkini terkait bencana Merapi untuk datang ke media center atau menghubungi lewat telepon.

“Kita buka 24 jam. Jadi kapan saja bisa menggelar konferensi pers atau membuat rilis. Kita juga membuka call center di nomor telepon (0274) 547359,” pungkasnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…