Senin, 8 November 2010 15:47 WIB News Share :

Mbah Rono
Relawan harus hati-hati

Jogja–Kepala Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Surono meminta para relawan agar berhati-hati. Jangan hanya bermodal nekat, kemudian melakukan evakuasi yang justru mengancam keselamatan nyawa sendiri.

“Sampaikan semua kepada relawan dan wartawan yang baru datang, yang tidak tahu Merapi. Deposit angin awan panas masih 300-400 derajat celcius, jadi kena anginnya saja bisa jadi masalah. Jangan coba-coba jadi pahlawan,” kata pria yang akrab disapa Mbah Rono ini seperti dilansir detikcom, Senin (8/11).

Dia juga menyayangkan sikap relawan yang kadang datang dan meminta rekomendasi darinya, mengenai daerah aman. Padahal dia sudah jelas daerah aman di luar 20 Km.

“Tolonglah jangan minta rekomendasi, jangan mencoba-coba evakuasi yang mati, tidak mengubah apapun,” terangnya.

Lebih baik, bagi relawan agar konsentrasi menyelamatkan yang hidup, yakni para pengungsi yang berada di pengungsian.

“Jangan sok jadi pahlawan, baru datang seolah mengerti Merapi. Jangan main-main dengan Merapi,” tambahnya.

Untuk evakuasi, baiknya diserahkan kepada Kopassus ataupun Tim SAR, dan Polri. Mereka sudah terlatih menghadapi kondisi ekstrem.

“Relawan yang biasa jangan ikut-ikut. Kalau Kopassus itu sudah dilatih di kondisi ekstrem,” tutupnya.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
PT SAKA JAYA ENGGAL CIPTA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…