Senin, 8 November 2010 17:42 WIB News Share :

Kunjungan SBY ke Korea dan Jepang tunggu situasi Merapi

Jakarta–Akhir pekan ini Presiden SBY dijadwalkan mengadakan kunjungan kerja Korea dan Jepang.

Namun kepastian keberangkatannya sangat ditentukan perkembangan tanggap darurat musibah letusan Gunung Merapi.

“Sampai saat ini masih belum diputuskan apakah Bapak Presiden akan ke Korea atau Jepang,” kata Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (8/11).

Agenda kunjungan kerja Presiden SBY ke Korea adalah mengikuti KTT G20 yang diselenggarakan di Seoul pada 12 November 2010. Sementara di Jepang untuk mengikuti KTT APEC yang diselenggarakan di Yokohama pada 15 November 2010.

Dua ajang tahunan Internasional tersebut, termasuk yang dinilai amat penting bagi peran ekonomi Indonesia. Maka selama ini Presiden SBY selalu menyempatkan bisa menghadirinya secara langsung.

Terkait tanggap darurat bencana letusan Gunung Merapa yang sedang berlangsung, maka ada kemungkinan tugas untuk menghadiri KTT G20 dan APEC didelegasikan kepada Wapres Boediono. Tapi sejauh ini belum ada keputusannya.

“Apakah akan didelegasikan kepada Wapres dengan menteri terkait atau mungkin akan dihadiri langsung oleh Presiden, kita masih menunggu perkembangan di Gunung Merapi,” ujar Julian.

Pada 27 Oktober 2010, Presiden SBY membatalkan agendanya mengikuti KTT ASEAN di Vietnam, menyusul terjadinya bencana tsunami yang menerjang Mentawai.

Presiden SBY yang saat itu sudah berada di Hanoi memutuskan terbang ke Padang, Sumatera Barat.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI & KEUANGAN BISNIS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…