Senin, 8 November 2010 19:28 WIB News Share :

KPI terima 1.128 aduan terkait 'Silet' & presenter Feni Rose

Jakarta–Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengaku mendapat 1.128 aduan terkait tayangan infotainment di RCTI ‘Silet’. Diantara aduan tersebut, ada yang mempermasalahkan presenter ‘Silet’, Feni Rose.

“Diantara aduan ada juga keluhan soal presenter. Itu termasuk dari aduan 1.128 yang masuk kita. Itu aduan terbanyak selama KPI ada,” kata anggota KPI, Yazir Wanuyun, di sela-sela pertemuan antara KPI dengan para pemimpin redaksi sejumlah stasiun TV di Kantor KPI Jl Gajah Mada, Jakarta Pusat, Senin (8/11).

Menurut Yazir, Silet telah menimbulkan keresahan di masyarakat, terutama dalam tayangan terakhirnya mengenai bencana letusan Gunung Merapi.

Bahkan gara-gara tayangan Silet yang memuat ramalan-ramalan mengenai letusan dahsyat Merapi, Minggu (7/11), kemarin, banyak pengungsi melakukan eksodus.

Oleh karena itu, KPI mengimbau kepada seluruh presenter acara atau program berita agar mengikuti aturan yang tertuang dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran.

“Kami juga sudah mendapat aduan terutama soal penyampaian bahasa yang digunakan presenter yang dianggap berlebihan,” tambahnya.

Wakil Ketua KPI Ani Mutmainnah menambahkan, KPI juga pernah menegur soal pakaian yang digunakan para presenter infotaiment termasuk ‘Silet’. Hal ini terlihat dalam beberapa tayangan terutama yang ditayangkan setelah bulan puasa.

“Setelah lebaran itu semua (pakaian) terbuka lagi. Tidak hanya Silet tapi semua program infotaiment,” jelas Ani.

Sebelumnya, Feni Rose telah meminta maaf kepada masyarakat Yogyakarta atas tayangan tanggal 7 November 2010. Feni mengaku sebagai seorang presenter infotainment, dirinya murni hanya melaksanakan tugas sesuai naskah.

“Saya meminta maaf sedalam-dalamnya,” kata presenter kondang itu melalui rilis kepada detikcom.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…