Senin, 8 November 2010 14:34 WIB News Share :

Korban tewas Merapi di RS Sardjito 97 orang

Sleman--Siang ini, korban tewas akibat letusan Gunung Merapi di RS Sardjito, Jl Kesehatan, Sleman, bertambah 3 menjadi 97 orang.

Tiga orang ini sempat dirawat di Instalasi Ruang Darurat (IRD) RS Sardjito, sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi.

Ketiga nama jenazah yang baru saja tiba di kamar forensik yaitu Gimin, 52, warga asal Candibinangun, Sugira, 45, dan Ngatinem, 50, warga Cangkringan, semuanya Kabupaten Sleman.

Tidak seperti korban lainnya, ketiga korban Merapi ini tidak menderita luka bakar akibat wedhus gembel.

Ditambah dengan 6 jenazah yang diterima pagi tadi, RS yang terletak di kompleks kampus UGM ini total menerima 9 jenazah.

Menurut Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho, 9 jenazah ini akan dimakamkan secara massal jika sampai besok tidak ada keluarga yang mengaku kehilangan anggotanya. Sebab, kalau harus menunggu sampai ada keluarga yang melaporkan, maka kasihan jenazah itu.

“Sudah saya laporkan ke Asisten Sekretaris Daerah II Sleman, memang semuanya (korban Merapi) akan dimakamkan di TPU yang sama seperti TPU kemarin (TPU Dusun Beran, Desa Margodadi, Seyegan, Sleman, DIY). Kecuali kalau jenazah ini diambil keluarganya,” ujar Trisno di depan kamar forensik.

Pemakaman massal itu kemungkinan tidak akan dilakukan hari ini. “Rencananya besok kita makamkan, tapi jamnya belum tahu pukul berapa,” katanya.

Trisno juga mengatakan, korban luka yang sampai saat ini masih menjalani perawatan di RS Sardjito berjumlah 103 orang. Dengan perincian 29 orang mengalami luka bakar dan 74 sisanya non luka bakar.

79 Dari 88 jenazah yang masuk ke RS Sardjito sejak Jumat (5/11) telah dimakamkan secara massal tadi malam. Sedangkan 9 sisanya telah diambil keluarganya untuk dimakamkan sendiri.

dtc/nad

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…