Senin, 8 November 2010 12:44 WIB News Share :

Inilah hasil kunjungan DPR ke Jerman dan Inggris

Jakarta–Panitia Khusus Otoritas Jasa Keuangan (Pansus OJK) yang berkunjung ke Inggris, Jerman, Korea Selatan, dan Jepang, menemukan banyak informasi baru mengenai otoritas jasa keuangan di negara-negara tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Pansus OJK dari Komisi XI DPR (bidang keuangan dan perbankan) Achsanul Qosasih kepada wartawan, Jakarta, Senin (8/11). Menurut Achsanul saat Pansus OJK mengunjungi BAFIN, BundesBank, FSA, Bank Of England, serta Federal Finance & HM treasury di Jerman dan Inggris, banyak informasi yang diperoleh secara data baik dalam proses pembentukan maupun teknis implementasinya.

“Ternyata sangat berbeda dengan info yang selama ini kami miliki,” kata Achsanul.

Menurut dia BAFIN (OJK-nya Jerman) dan BundesBank ternyata sama-sama memiliki Banking Supervision (Pengawasan Bank). BAFIN, tidak sepenuhnya menjadi pengawas tunggal lembaga keuangan. Untuk hal ini, kata politisi Fraksi Demokrat itu, teknis dan skema pemisahan, pansus sudah memiliki datanya. BAFIN, melakukan koordinasi secara periodik dan saling menghargai tugas masing- masing.

Sedangkan kegagalan FSA (OJK Inggris) kata dia lebih pada unsur politik. Karena FSA merupakan janji politik Partai Buruh, sehingga saat Partai Konservatif menang FSA diabaikan.

Namun ternyata setelah Pansus kunjungi FSA, ternyata peran FSA masih besar yang difokuskan pada market conduct dan akan berubah menjadi CPMA (Consumer Protection Market Authorithy) dan UU tersebut akan diubah pada tahun 2013. Selain itu ada juga Financial Ombudsman sebagai salah satu pilar CPMA.

“Dari hasil kunjungan tersebut, rasanya banyak sekali tugas Pansus OJK, kami harus berfikir keras bagaimana menyempurnakan UU OJK,” kata dia.

Achsanul mengatakan, dari sisi waktu Indonesia memang sudah harus segera memiliki UU OJK. Nantinya UU ini menjadi pilar dalam pembentukan UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan.

Dia juga mengatakan bahwa sistem keuangan Indonesia sebenarnya tidak kalah dengan Inggris dan Jerman. Industri keuangan berkembang tapi regulasi masih belum sempurna.

“Sore ini tugas kami selesai, besok (Selasa 8/11) pulang ke Jakarta,” kata dia.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…