Senin, 8 November 2010 13:33 WIB Kesehatan Share :

Anak autis tetap hidup setelah telan gunting kuku

Curtis dan Karon (dok. thesun)

Curtis dan Karon (dok. thesun)

Devon–Anak autis atau anak berkebutuhan khusus sebaiknya selalu mendapatkan pengawasan agar tidak melakukan hal-hal berbahaya. Tak adanya pengawasan bisa berakibat fatal, seperti yang dialami Curtis Francis yang menelan gunting kuku.

Curtis Francis, bocah 12 tahun yang berkebutuhan khusus ini mungkin masih beruntung karena mampu bertahan hidup setelah menelan gunting kuku.

Curtis dilarikan ke Bristol Royal Infirmary dan pemeriksaan x-ray menunjukkan bahwa gunting ‘bersarang’ di kerongkongannya. Untungnya, gunting kuku tersebut tidak menghalangi jalan napasnya.

Dokter memerlukan waktu 90 menit untuk mengeluarkan gunting dari tenggorokan Curtis. Ajaibnya, Curtis hanya mengalami luka kecil dan sekarang tengah melakukan pemulihan penuh.

“Curtis menderita kesulitan belajar berat, meski umurnya 12 tahun tapi ia mirip dengan balita. Ia dulu juga pernah menelan tutup pulpen hingga batuk darah,” kenang Karon Edwards,50, ibunda Curtis, seperti dilansir Thesun, Senin (8/11).

Menurut Karon, Curtis adalah anak berkebutuhan khusus dan tidak memiliki rasa takut dan bahaya. “Jadi saya harus mengawasinya sepanjang waktu,” ujar Karon.

Karon menjelaskan, Curtis pernah mengalami perdarahan otak saat lahir yang membuat penglihatannya terganggu dan mengalami masalah komunikasi yang parah.

Curtis tidak bisa berbicara dan harus bersekolah di West of England School untuk anak-anak dengan gangguan penglihatan di Exeter, Devon, selama empat hari setiap minggu. Sedangkan Karon harus merawat Shane,15, kakak Curtis yang memiliki sindrom Asperger.

“Itu adalah hari terburuk dalam hidupku. Sungguh mimpi buruk. Saya harus lebih berhati-hati dengan dia sekarang, tapi sangat sulit karena ia semakin besar,” jelas Karon.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
KLINIK BERSALIN UTAMA RB. DR. JOHAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…