Minggu, 7 November 2010 11:01 WIB News Share :

Tremor dan awan panas Merapi terjadi beruntun

Yogyakarta–Aktivitas Merapi meningkat kembali sekitar pukul 03.02 WIB. Tremor dan awan panas yang sulit dihitung terjadi beruntun.

Demikian laporan berkala Badan Geologi di Yogyakarta hingga pemantauan pukul 06.00 WIB, Minggu (7/11). Selain tremor dan awan panas, guguran juga terpantau terjadi beruntun.

Sedangkan laporan secara visual menunjukkan “Pada pukul 03:00-05:30 WIB, suara gemuruh terdengar beruntun dari Kecamatan Kemalang dan Kecamatan Prambanan. Kolom asap letusan setinggi 6 km berwarna kelabu, condong ke barat terlihat dari Kecamatan Kemalang dan kilat terlihat dari Yogyakarta”.

Dilaporkan juga sejak pukul 03:02 terjadi awan panas beruntun mengalir ke arah Kali Gendol dan Kali Woro. “Gempa vulkanik mengawali terjadinya awanpanas, jumlahnya meningkat dari hari sebelumnya,” tulisnya.

Banjir lahar juga mengancam. “Semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitar Gunung Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar,” demikian laporan Badan Geologi.

dtc/tiw

lowongan pekerjaan
SUNAN TOUR AND TRAVEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ketika Uang Tunai Terpinggirkan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Riwi Sumantyo, dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah riwi_s@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Perkembangan teknologi digital yang super cepat mengubah banyak hal, baik di…