Minggu, 7 November 2010 15:03 WIB Klaten Share :

Terdengar gemuruh hebat, satu jenazah batal dievakuasi

Klaten (Espos)–Jenazah korban meletusnya Gunung Merapi, Walidi,70, Minggu (7/11) batal dievakuasi. Pasalnya saat tim evakuator akan mengevakuasi jenazah warga Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Klaten itu tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang begitu kuat.

Tim evakuator yang terdiri dari 20 personel TNI dan enam personel SAR  menemukan korban di wilayah Desa Balerante sekitar pukul 11.00 WIB. Saat akan dievakuasi tiba-tiba terdengar suara gemuruh yang begitu kuat dari Gunung  Merapi. Demi menjaga keselamatan tim pun memutuskan menunda melakukan evakuasi.

“Saat tiba di lokasi, terdengar suara gemuruh yang begitu kuat. Tim pun memutuskan untuk turun karena jika diteruskan akan sangat beresiko, ” ujar Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten, Letkol Inf Gathot Tridoyo, saat dihubungi Espos, Minggu.

Ia menambahkan kemungkinan, evakuasi akan dilanjutkan, Senin (8/11) besok. Di sisi lain Dandim 0723/Klaten, menambahkan di lokasi terlihat pula puluhan hewan ternak mati dan tertutup abu.

mkd

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…